Minggu 16 Agustus 2020, 15:05 WIB

6 Jenis Makanan Sehat Catat Tren Kenaikan selama Pandemi

Zubaedah Hanum | Humaniora
6 Jenis Makanan Sehat Catat Tren Kenaikan selama Pandemi

MI
Ilustrasi menu rumahan

 

ENAM bulan terakhir masyarakat sejagat menjalani rutinitas di rumah saja setelah dicengkram pandemi covid-19 yang awalnya merebak di Kota Wuhan, Tiongkok. Sebagian besar aktivitas tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Head of Marketing PT Nutrifood Indonesia Susana membeberkan ada enam jenis makanan yang mengalami peningkatan tren, yakni, comfort food (makanan rumahan), vegan baking (makanan vegetarian yang dipanggang), homemade bread (rerotian buatan sendiri), immunity supplements (suplemen kekebalan tubuh), dan gluten free diet (makanan diet bebas gluten).

"Dan PT Nutrifood Indonesia menanggapi tantangan tersebut dengan menyediakan produk-produk yang baik bagi kesehatan seperti susu, minuman, es dan produk alternatif lainnya,” ujarnya dalam webinar Potensi Pengembangan dan Regulasi Pangan Fungsional pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, belum lama ini.

Webinar ini diadakan oleh  Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan (SJMP) bersama Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi SV-IPB University.

Dalam paparannya, Susana menyampaikan bahwa dari zaman ke zaman, fungsi makanan kian meningkat. Diawali sebagai sesuatu yang diperlukan untuk bertahan hidup, kepuasaan, keamanan, kesehatan dan terapi.

Sementara, Andi Early Febrinda, dosen IPB University dari Program Studi SJMP Sekolah Vokasi mengatakan pada 1991 muncul istilah Food for specified health use (Foshu) yang mendefiniskan pangan dengan manfaat kesehatan tertentu dan telah dilisensikan. "Untuk memiliki label klaim bahwa seseorang yang menggunakannya dapat berharap untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik melalui konsumsi makanan ini," terangnya.

Selanjutnya, pada 2015 muncul New Functional Food yang mana klaim kesehatan tidak hanya sebatas dalam ketentuan Foshu.  Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI, pangan fungsional adalah pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen pangan yang berdasarkan kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu di luar fungsi dasarnya, terbukti tidak membahayakan dan bermanfaat bagi kesehatan.

Susanti dari Direktorat Standarisasi Pangan Olahan Badan POM RI menyebutkan, kondisi normal baru telah mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap gaya hidup sehat termasuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik serta memiliki preferensi makanan termasuk pangan segar dan pangan olahan.

“Syarat umum klaim pada label perlu dibatasi agar sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi penyakit tidak menular. Pembatasannya berupa kandungan lemak total tidak lebih dari 18 g, lemak jenuh tidak lebih dari 4 g, kolesterol tidak lebih dari 60 mg, dan natrium tidak lebih dari 300 mg, " jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, jenis-jenis klaim pada label yang diperbolehkan BPOM RI ialah klaim gizi berupa klaim kandungan zat gizi dan klaim perbandingan zat gizi; klaim kesehatan berupa klaim fungsi zat gizi, klaim fungsi lain dan klaim penurunan risiko penyakit; dan klaim lainnya berupa isotonik, tanpa penambahan gula, bebas/ rendah laktosa, dan bebas/rendah gluten. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Indonesia Terus Upayakan Pemenuhan Hak Anak

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 24 November 2020, 14:20 WIB
Hal paling mendasar yang dilakukan Indonesia dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak sesuai Konvensi Hak Anak adalah dengan...
ANTARA/	IDHAD ZAKARIA

Kabar Gembira, Kemensos Buka Kuota Tambahan BST

👤Suryani Wandari 🕔Selasa 24 November 2020, 14:05 WIB
Kuota baru BST bagi 20 ribu KPM diprioritaskan untuk daerah yang penyerapan bantuannya dinilai...
Antara/Raisan Al Farisi

Ada Potongan Pajak, Berapa BSU yang Diterima Guru Honorer?

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 24 November 2020, 13:58 WIB
Bagi guru honorer yang memiliki NPWP, besaran BSU dikenai potongan PPh sebesar 5%. Adapun penerima BSU yang belum punya NPWP, dikenai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya