Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

MI/Andry Widyanto
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio

 

DIREKTUR  Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan Indonesia telah menjalani proses uji klinis fase III vaksin Covid-19 dari Sinovac. Namun, Indonesia sendiri terlambat 4 bulan dari negara lainnya.

"Harus diakui memang, kita start-nya 4 bulan terlambat dari negara lain. Kalau kita lihat Tiongkok dan negara lainnya itu Januari sudah bergerak. Kita baru diberi 'perintah' Maret dan kemudian April praktis baru kita mulai. Ya memang terlambat 4 bulan, jadi mudah-mudahan kita bisa mengejar itu," kata prof Amin dalam diskusi daring bertema menanti vaksin Covid-19, di Jakarta, Sabtu, (15/8).

Prof Amin menjelaskan pengembangan vaksin dalam negeri yang terlambat 4 bulan ini bisa diantispasi dengan pengembangan vaksin dari luar negeri. Hal itu mengingat vaksin tersebut memenuhi syarat yang sudah ditetapkan, antara lain uji klinis, dan seusai industri di Indonesia.

"Uji klinis ketiga ini upaya untuk memastikan vaksin efektif dan aman," sebutnya.

Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat vaksin. Apalagi nantinya vaksin ini diharapkan memenuhi 50% dari kebutuhan pasien di Indonesia.

Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas yang mumpuni untuk mengembangkan vaksin yang dibutuhkan. Menurutnya, Eijkman akan memimpin konsorsium yang akan mengakomodasi sejumlah peneliti vaksin.

"Alhamdulillah progresnya masih sesuai dengan jadwal yang kita buat, Insya Allah hasil pengembangan kami bisa diterima Bu Neni (Bio Farma). Jadi Bulan Februari atau Maret sehingga nanti bisa dilakukan uji klinik seperti apa yang dilakukan semua vaksin yang mau digunakan di Indonesia," terang Prof Amin.

Baca juga: Inggris Beli Vaksin Covid-19 Produksi J&J dan Novavax Inc

Secara garis besar, tahapan yang sedang dilakukan pihaknya, yakni skala laboratorium dan industri. Sebut Prof Amin, tugas Eijkman dalam skala laboratorium sampai dengan bibit vaksin. Sebab, untuk uji klinis vaksin harus siapkan agar bisa diberikan kepada manusia.

"Untuk yang disuntikkan kepada manusia betul-betul harus disiapkan dengan baik, industri harus memiliki fasilitas Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Oleh karena itu, kita siapkan betul di laboratorium sampai dengan siap untuk dialihkan ke skala industri," lanjutnya.

Prof Amin menambahkan koordinasi dengan produsen swasta juga telah dilakukan agar bila vaksin yang tengah dikembangkan berhasil, kemudian segera diproduksi massal untuk kebutuhan masyarakat luas

"Kami juga sudah kontak dengan beberapa institusi khususnya sejak bulan Januari awal ketika waktu itu belum dimulai pandemi. Tapi dimulai kasus-kasus ini yang sudah mencurigakan kami sudah berbicara pimpinan Bio Farma untuk ayo kita bikin vaksin untuk Covid-19," terangnya.

Meski masa edar vaksin buatan Eijkman akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan vaksin Sinovac. Dia yakin nantinya vaksin itu dapat menjadi jawaban bagi masyarakat sebagai alternatif pengobatan guna menangkal Covid-19.

"Kita harus memastikan produksi apapun yang diberikan masyarakat harus sudah terbukti aman dan bermanfaat. Kita mengikuti proses, walaupun proses ini diperpendek, karena kalau kita lihat pengalaman vaksin lalu, skala laboratoriumnya ada yang sampai 10 tahun, kita upayakan secepat mungkin sehingga 1 tahun selesai dan berikutnya dipakai untuk uji klinik," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Hari Aksara Internasional, Momentum Tingkatkan Melek Huruf

👤Syarief Oebbaidillah 🕔Rabu 30 September 2020, 04:15 WIB
Saat ini di Indonesia, sekitar 1,78 persen warga negaranya masih buta huruf dan yang terbanyak berada di daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan...
Instagram @ROSES_ARE_ROSIE

Rose Blackpink Menerjemahkan Pesan Lagu

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 30 September 2020, 03:45 WIB
ANGGOTA girl band Blackpink, Rose, 23, mengaku ketika pertama kali berkolaborasi dengan anggota Big Bang G Dragon menyanyikan Without...
Instagram @TYA_ARIESTYA

Tya Ariestya Turunkan Berat Badan demi Program Hamil

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 03:15 WIB
AKTRIS Tya Ariestya, 34 tidak setengah-setengah dalam menjalankan program penurunan berat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya