Sabtu 15 Agustus 2020, 17:40 WIB

Polisi Razia Besar-besaran Kelompok Intoleran

Antara | Nusantara
Polisi Razia Besar-besaran Kelompok Intoleran

Antara
Antiradikalisme

 

TIM gabungan Polres Kota Surakarta, Satuan Brimob, dan Direktorat Sabhara Polda Jawa Tengah, menggelar patroli berskala besar dan razia di daerah yang diduga menjadi kantong kelompok intoleran di wilayah Solo, hari ini.

Pasukan aparat keamanan gabungan yang terdiri dari personil Satuan Sabhara, Reskrim, Intelejen, dan didukung Direktorat Sabhara serta Brimob Yon C Surakarta, dengan bersenjata lengkap langsung bergerak dari Mapolresta Surakarta menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak bahwa kegiatan rutin yang ditingkatkan berupa patroli berskala besar dan razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Razia dilaksanakan di kantong-kantong kelompok Intoleran di kawasan Mojo, Sangkrah, Gandekan dan sekitarnya di Kota Solo.

"Pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat bahwa daerah ini, sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok-kelompok yang kerap
meresahkan masyarakat," kata Kapolres menegaskan.

Petugas melakukan menyisir satu per satu ke lokasi yang diidentifikasi sebagai lokasi kantong-kantong kelompok yang kerap melakukan tindakan sweeping, intoleransi, kekerasan dan premanisme.
 
"Polisi langsung memeriksa sejumlah kendaraan dan orang yang dicurigai membawa baik senjata api, senjata tajam maupun bahan peledak," kata Kapolres.

Tim gabungan dari kepolisian dengan senjata lengkap sebanyak 120 personel yang diturunkan, dan terbagi menjadi tiga tim. Setiap tim terdiri dari 40 personel dalam kegiatan razia di Kota Solo.

Baca juga: Pengibaran Bendera di Atas Bukit Sepikul

Kapolres mengatakan seperti yang diberitakan sebelum peristiwa kasus anarki yang dilakukan oleh kelompok intoleran di Kampung Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Jateng, pada Sabtu (8/8) petang, menyebabkan tiga orang korban terluka dan sejumlah barang rusak.

Kejadian tersebut, kata Kapolres, berawal saat warga sedang menggelar acara midodareni atau tradisi doa bersama sebelum pernikahan. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penganiayaan, pengeroyokan dan perusakan.

Namun, tim gabungan Polresta Surakarta, Polda Jateng dan Mabes Polri
berhasil kurang dari 24 jam berhasil menangkap tujuh orang, dan lima orang di antaranya, ditetapkan tersangka terkait kasus tersebut.

Bahkan, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi telah menegaskan tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah. Oleh karena itu, kata Kapolres, kegiatan patroli skala besar dan razia tersebut merupakan sebagai tindaklanjut dari perintah Kapolda Jateng.
 
"Tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di wilayah Surakarta, sehingga masyarakat terasa aman, dan nyaman," kata Kapolres.(OL-4)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Cara Gibran Menyapa Warga

👤WIDJAJADI 🕔Senin 28 September 2020, 05:20 WIB
“GIBRAN datang, Gibran datang.” Teriakan sejumlah warga itu menggema di lingkungan Kampung Dawung Kulon, Kecamatan Serengan,...
BMKG/Tim Riset MI-NRC

Hujan Deras Berpotensi Terjadi Tiga Hari Ini

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 28 September 2020, 05:16 WIB
BMKG mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem dan dampak yang...
Ilustrasi

Sejumlah Pegawai Bank di Sorong, Positif Covid-19

👤Martinus Solo 🕔Minggu 27 September 2020, 22:55 WIB
Sejumlah pegawai perbankan di Sorong positifCovid19 berdasarkan  hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya