Sabtu 15 Agustus 2020, 09:51 WIB

KPAI Minta Kominfo dan Polri Usut Konten Negatif di Situs Belajar

Ihfa Firdausya | Humaniora
KPAI Minta Kominfo dan Polri Usut Konten Negatif di Situs Belajar

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana
Ilustrasi belajar daring

 

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan masyarakat terkait video pendek berdurasi 33 detik. Video tersebut menampilkan soal-soal dan jawaban pelajaran.

Namun, video tersebut diduga menampilkan konten negatif yang tersisip di antara soal-soal dan jawaban. Konten tersebut diduga berasal dari situs gurubp.com.

Untuk itu, KPAI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Diretorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri RI terkait kasus tersebut.

"KPAI sudah melayangkan surat kepada Kominfo RI dan Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri RI untuk segera melakukan tindak lanjut dalam kasus ini, demi kepentingan terbaik dan tumbuh kembang anak,” ujar Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime KPAI Margaret Aliyatul Maimunah seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (15/8).

Margaret menyampaikan, KPAI menerima pengaduan terkait konten negatif dari masyarakat melalui pengaduan online pada tanggal 12 Agustus 2020. Video tersebut dianggap sudah membuat resah dan khawatir para orangtua.

Baca juga:  KPAI: Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Berisiko

Tindak lanjut dari hal ini diperlukan untuk menjawab keresahan masyarakat, utamanya orangtua yang mengkhawatirkan anak pada saat PJJ dan menggunakan sistem daring yang terpapar konten negatif.

“Kami tidak mau kasus ini terlalu berlarut sehingga KPAI mengambil sikap agar kasus ini bisa terselesaikan. Anak-anak dan orangtua lebih nyaman dan aman dalam penggunaan teknologi internet, khususnya dalam PJJ," jelas Margaret.

Selain itu, Margaret pun mengajak orangtua untuk berperan aktif melakukan pendampingan pada anak saat penggunaan gawai, utamanya pada saat pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi internet.

“Tentunya selain dengan penanganan konten, peran sangat penting adalah pendampingan orangtua terhadap anak dalam penggunaan gawai, termasuk dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui daring agar anak dapat terhindar dari konten negatif/pornografi dan berbagai kejahatan siber," ujarnya.

KPAI pun menyinggung peranan guru. Margaret mengajak guru untuk bisa memberikan informasi tentang literasi digital kepada orangtua dan murid agar terhindar dari berbagai konten negatif di internet.

“Kami berharap juga peranan guru agar selalu memberikan informasi secara tuntas tentang pembelajaran yang baik secara jarak jauh dengan penggunaan gadget, dan tentunya dalam pendampingan orangtua pada anak saat PJJ," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Cuaca Buruk, Gelombang Tinggi di Mentawai Bisa Capai 6 Meter

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 28 September 2020, 23:00 WIB
Peringatan itu dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin...
AFP

Sikapi Peringatan Tsunami, Segera Audit Tata Ruang Kawasan Pantai

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 28 September 2020, 22:20 WIB
Setelah peristiwa tsunami di Jepang pada 2011 lalu, wilayah bekas tsunami tidak boleh dihuni lagi atau boleh dihuni dengan persyaratan...
BMKG

Bencana Longsor di Kalimantan Utara Dipicu Hujan Ekstrem 157 Mm

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 28 September 2020, 22:00 WIB
Hujan ekstrem tersebut berujung bencana dengan tewasnya belasan orang karena musibah tanah longsor di Tarakan, Kaltara dan merusakkan 19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya