Sabtu 15 Agustus 2020, 05:21 WIB

Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

S2-25 | Humaniora
Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

Dok Kemendikbud
Gotong Royong Pendidikan dan Kebudayaan Hadapi Pandemi Covid-19

 

PRESIDEN RI Joko Widodo pada pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2020 menyampaikan bahwa ekosistem nasional yang produktif dan inovatif tidak mungkin tumbuh tanpa ekosistem hukum, politik, kebudayaan, dan pendidikan yang kondusif.

Dalam menghadapi pandemi Coronavirus disease (Covid-19), gotong royong seluruh elemen bangsa untuk memulihkan dampak pandemi saat ini adalah prasyarat ekosistem nasional produktif dan inovatif yang dicita-citakan bersama.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memfasilitasi percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui berbagai inisiatif yang dilakukan secara gotong-royong. Sejumlah kebijakan untuk membantu penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat pendidikan dan kebudayaan diselenggarakan.

Tidak hanya itu, Kemendikbud juga tetap melakukan program akselerasi transreformasi untuk mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia Maju juga tetap diselenggarakan meski dengan berbagai penyesuaian.

Penyelenggaraan berbagai kebijakan dan program di masa pandemi dimulai dengan melakukan pemangkasan dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 secara cepat. Total anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan kebijakan itu mencapai Rp4,9 triliun.

Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi fasilitasi percepatan penanganan pandemi melalui pengalokasian anggaran untuk memobilisasi relawan Covid-19 nasional, peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit pendidikan (RSP) untuk menjadi pusat tes Covid-19, serta pengadaan alat-alat kesehatan.

Kegiatan itu dapat terlaksana karena realokasi dan pemanfaatan anggaran negara yang tepat guna.

Di masa sulit ini, gotong royong pembelajaran pada masa pandemi dijalankan agar masyarakat terus mendapatkan akses terhadap pendidikan.

Selain itu, Kemendikbud juga melakukan kebijakan untuk mendukung pembelajaran dari rumah. Mulai dari inisiasi program belajar dari rumah (BDR) yang tayang di stasiun televisi nasional TVRI, penyediaan materi belajar, optimalisasi pemanfaatan aplikasi Rumah Belajar, hingga penyusunan modul belajar sesuai kurikulum dalam kondisi khusus.

Bantuan berupa dana pembelian pulsa bagi warga pendidikan tinggi juga disalurkan, serta menerbitkan kebijakan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi. Semua itu dijalankan agar kemampuan literasi, numerasi, penguatan karakter, dan wawasan kebudayaan tetap dapat ditingkatkan meski dalam situasi yang sangat sulit.

M Ariq Rizki, siswa kelas 8 di SMP BIBS Cimahi, Jawa Barat, misalnya, mengaku terbantu dengan tayangan BDR. Ia menyukai program bertajuk Mantul atau Matematika Manfaat Betul, karena matematika merupakan pelajaran favoritnya. Ariq juga menyukai kegiatan belajar di rumah karena berada dalam jangkauan orangtua dan dekat dengan keluarga.

Untuk membantu meringankan beban sekolah saat pandemi, Kemendikbud telah melakukan kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD), dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (BOP Kesetaraan).

Melalui relaksasi terse- but, selain fleksibilitas yang disesuaikan dengan kondisi sekolah, pemanfaatan dana BOS tidak hanya dirasakan sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Dana operasional tersebut antara lain dapat digunakan untuk pembelian kuota data, pulsa, pembiayaan layanan pendidikan daring berbayar, alat kesehatan, serta penunjang kebersihan bagi guru dan murid.

Kepala SMA Negeri 8 Bandung, Suryana, mengapresiasi kebijakan tersebut. Sekolahnya sudah memetakan apa yang menjadi kebutuhan
prioritas dan siap bertanggungjawab atas segala keputusan berkaitan dengan penggunaan dana BOS.

“Dana BOS triwulan 1 sudah digunakan untuk pembelian hand sanitizer dan disinfektan. Pembeliannya sesuai dengan kebutuhan sekolah. Tidak berlebihan,” ungkapnya.

Fokus transformasi pendidikan ialah murid. Indonesia membutuhkan SDM unggul yang berkompetensi global dan bernilai Pancasila untuk mencapai visi Indonesia 2045.

Untuk itu, di masa pandemi ini, Kemendikbud terus melakukan perbaikan dalam program-program pelatihan guru dan tenaga kependidikan agar pengajar lebih adaptif dan inovatif. Anak-anak Indonesia tidak boleh kehilangan momentum untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

Berbagai dukungan kebijakan untuk perguruan tinggi juga menjadi bagian dari upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan serta satuan pendidikan yang terkena dampak pandemi, sehingga mampu melewati tantangan yang dihadapi.

Ada pula dukungan kebijakan untuk mahasiswa dan perguruan tinggi terdampak Covid-19, yakni berupa cicilan, penurunan dan penundaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta pemberian beasiswa dan bantuan infrastruktur seperti jaringan internet dan pulsa.

Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Kemendikbud mendukung kebijakan pembatasan sosial melalui pembatalan ujian nasional dan ujian sekolah, serta pengunduran pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Di situasi sulit ini, bangsa Indonesia diingatkan memiliki modal karakter dan jati diri yang kuat, kearifan lokal, dan khasanah kebudayaan Nusantara yang mampu memberikan dukungan semangat untuk bangkit dari krisis.

Inovasi dan inisiatif baru di bidang penguatan karakter dan kebudayaan dilahirkan bersama. Seperti kegiatan Kemah Virtual Anak Indonesia.

Sedangkan di bidang kebudayaan, Kemendikbud terus mendukung ekspresi budaya di masa pandemi. Program yang dilakukan meliputi pendataan terhadap pelaku budaya terdampak Covid-19, tayangan daring ekspresi seni dan budaya, serta kelas belajar seni dan budaya secara daring yang melibatkan ribuan kelompok, pelaku, serta penikmat seni dan budaya.

Selain itu, program Fasilitasi Bidang Kebudayaan juga terus dilaksanakan melalui sejumlah pendampingan, sehingga ide-ide pemajuan kebudayaan tetap dapat hidup.

De Bono, salah satu penonton program pertunjukan daring yang ditayangkan di YouTube Budaya Saya mengaku menikmati sajian yang dihadirkan. “Terima kasih (atas pertunjukan) membuat malam ini sejenak melupakan pandemi. Terima kasih (telah) menghibur dan mengajukan kita menjadi orang yang sejuk,” tuturnya.

Sementara bagi para guru dan tenaga kependidikan, Kemendikbud melakukan penyesuaian program pelatihan yang dilakukan secara daring. Program pelatihan tersebut di antaranya pelatihan sertifikasi guru prajabatan, sertifikasi dalam jabatan, pelatihan pendidik dan kepala SMK, serta kurasi pelatihan untuk guru vokasi.

Perubahan pola kerja di tubuh Kemendikbud juga disesuaikan guna mendukung percepatan penanganan Covid-19. Misalnya melaksanakan kegiatan pertemuan secara daring, digitalisasi persuratan, dan penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). Efisiensi anggaran juga dilakukan, misalnya berupa pembatalan renovasi kantor pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud.

Wujudkan Indonesia Maju dengan Akselerasi Transformasi Pendidikan dan Kebudayaan

Meski dalam kondisi situasi pandemi, visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian tetap dilanjutkan. Perumusan kebijakan dilakukan dengan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan dan kemandirian bangsa dan terciptanya pelajar Pancasila.

Akselerasi transformasi pendidikan antara lain dilakukan dengan bergulirnya lima kebijakan Merdeka Belajar. Sejumlah kebijakan itu di
antaranya penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, peluncuran program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, peningkatan program pendidikan tinggi berkualitas, serta program guru dan organisasi penggerak.

Merdeka Belajar bercita-cita menghadirkan pendidikan bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia. Esensi Merdeka Belajar ialah kemerdekaan berpikir. Dalam implementasinya, sekolah, kampus, murid, mahasiswa, guru, dan dosen memiliki kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri, dan kreatif.

Salah satu bagian dari kebijakan Merdeka Belajar ialah Kampus Merdeka. Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, mengatakan, Kampus Merdeka merupakan kebijakan visioner yang akan berperan dalam mendorong kiprah perguruan tinggi di era disrupsi. Kebijakan Kampus Merdeka membuka ruang lebih besar kepada mahasiswa mengasah kreativitas.

“Selain itu, kesempatan semakin terbuka bagi mahasiswa untuk bersentuhan dengan realitas seperti program desa, magang, dan program lapangan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, dilakukan pula program link and match antara pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja. Hari ini, Presiden Jokowi juga menyampaikan pesan penting dalam pidatonya bahwa kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa.

Pendidikan penguatan karakter yang dilaksanakan Kemendikbud yang dilakukan secara sistematis bersama berbagai pemangku kepentingan adalah komitmen untuk mencetak pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Sejalan dengan amanat Presiden itu, pemajuan kebudayaan sebagai benteng ketahanan bangsa dilakukan dengan tetap merangkul segenap masyarakat, agar semakin tangguh dan mampu bangkit dalam situasi apa pun.

Dalam hal ini, Kemendikbud tidak hanya mendorong pelestarian budaya tradisi, tetapi juga memajukannya dengan cara menghidupkan interaksi antarbudaya untuk memperkaya keanekaragaman yang menyejahterakan, mencerdaskan, dan mendamaikan.Kemendikbud juga konsisten dalam program penguatan pendidikan karakter, serta menjalankan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 berupa pemajuan kebudayaan. (S2-25)

Baca Juga

Ilustrasi

Kemenkes Sudah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Insentif Nakes

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 25 September 2020, 21:39 WIB
Data Badan PPSDM Kesehatan, per tanggal 23 September 2020 total anggaran yang telah disalurkan untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Pemulihan 14 Juta Hektare Lahan Kritis Butuh 60 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 21:38 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan upaya pemulihan 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan waktu...
ANTARA/PUSPA PERWITASARI

Ibu Rumah Tangga Ujung Tombak Tekan Klaster Keluarga

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 25 September 2020, 19:15 WIB
Menteri PPPA mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk bergotong-royong bersama memerangi pandemi covid-19 dan menekan penularan dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya