Sabtu 15 Agustus 2020, 00:35 WIB

Di Cigugur, Toleransi Berangsur Kembali

MI | Nusantara
Di Cigugur, Toleransi Berangsur Kembali

MI/Nurul Hidayah
Tugu Batu di Kuningan

 

SENIN (20/7), Indra Purwanto dan sejumlah anak buahnya datang ke Curug Goong, Desa Cisantana, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mereka menyegel tugu batu di lokasi permakaman leluhur Masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda (Akur) Sunda Wiwitan.

Satu bulan kemudian, Kamis (13/8), anak buah Kepala Satpol PP Kuningan itu datang lagi untuk membuka segel. Pembangunan tugu pun bisa dilanjutkan.

“Penyegelan karena belum ada izin mendirikan bangunan. Pembukaan segel dilakukan karena bangunan bukan gedung itu sudah mengantongi IMB, yang terbit pada 12 Agustus lalu,” kata Indra, kemarin.

Acep Purnama, sang bupati, memastikan pembukaan segel ialah tindakan penegakan peraturan daerah. “Dulu disegel untuk penegakan perda. Sekarang, segel dibuka juga karena kami harus menegakkan perda.”

Dulu prosedur dan persyaratan belum lengkap. “Sekarang permohonan disertai dengan kelengkapan persyaratan sudah dipenuhi sehingga pemkab menerbitkan IMB,” jelasnya.

Untuk makam, karena berada di tanah pribadi, “Ya, mangga-mangga saja,” tambah Acep. 

Hanya, karena bukan permakaman umum, izinnya masih menunggu rekomendasi dan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. “Dalam peristiwa ini, kami, pemkab, berterima kasih kepada warga Desa Cisantana, yang dengan penuh pengertian memahami bahwa tindakan yang dilakukan pemkab berdasarkan aturan yang ada,” tandasnya.

Bagi Girang Pangaping Adat Masyarakat Akur Sunda Wiwitan, Okky Satrio Djati, pembukaan segel merupakan satu langkah maju. “Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami.”

Terkait IMB untuk pembangunan makam, ia sepakat menunggu proses dari Kementerian Dalam Negeri. IMB dan makam ialah satu soal. Bagi Okky, persoalan besar bagi masyarakat adat ialah penetapan masyarakat adat, yang di dalamnya mengatur hak-hak dan aset komunal mereka.

“Masyarakat adat memiliki kearifan lokal tentang lingkungan. Keberadaan Leuweung Leutik yang tengah kami perjuangkan, misalnya, kan manfaatnya bukan untuk masyarakat adat saja. Hutan kecil itu tidak boleh diganggu sehingga fungsinya sebagai kawasan resapan air bisa terjaga,” tandas Okky. (UL/N-3)

 

Baca Juga

Dok MI

Rekind dan Hyundai Garap Proyek TPPI Olefin Complex

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Selasa 29 September 2020, 17:20 WIB
Proses tender ini merupakan bagian dalam upaya untuk segera mewujudkan harapan pemerintah Indonesia menekan angka impor...
Antara

Harga Cabai di Padang Naik

👤Yose Hendra 🕔Selasa 29 September 2020, 17:15 WIB
Kenaikan cabai merah sudah terjadi sejak seminggu...
AFP

Pemkab Banyumas Siapkan 4.000 Alat Swab Test

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 29 September 2020, 17:04 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan tes usap, termasuk ke ponpes-ponpes. Tes swab dilakukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya