Jumat 14 Agustus 2020, 18:43 WIB

Densus 88 Tangkap 15 Teroris Jaringan JAD di Bekasi dan Jakarta

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Densus 88 Tangkap 15 Teroris Jaringan JAD di Bekasi dan Jakarta

Antara/Didik Suhartono
Ilustrasi polisi yang berjaga saat Densus 88 menggeledah lokasi persembunyian teroris.

 

TIM Densus 88 menciduk 15 teroris yang tersebar di Bekasi dan Jakarta pada Rabu (12/8) lalu. Sejumlah teroris merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Selama ini mereka bekerja sama dengan Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Mereka bertugas menjadi pengirim logistik dan pendanaan kelompok MIT. Serta, fasilitator pemberangkatan ke Suriah wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Rincian 15 tersangka ialah KIA (33), AR (54), MF (21), S (30), M (27), ML (27), RM (22), OL (47), AA (24), H (44), MR (23), AH (54), RFP (24), SR (35) dan AR (42).

Baca juga: Polri: Teroris di Sidoarjo Seorang Karyawan Swasta

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengungkapkan 15 teroris telah berbaiat ke pimpinan ISIS di salah satu rumah anggota JAD pada 2019.

Selain itu, mereka juga mengikuti kajian dan idad (persiapan untuk melakukan serangan) di Goa Ciwadong, Jonggol dan di Curug Cilalai, Karawang. “Membantu dan mendanai beberapa individu kelompok jaringan teror, yakni MIT dan JAD,” jelas Awi di Jakarta, Jumat (14/8).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan Densus 88 juga berhasil mengamankan pimpinan JAD Bekasi dengan inisial KIA. Teroris itu ditangkap di rumah kontrakan yang berlokasi di Kota Bekasi. Petugas juga mengamankan 44 barang bukti.

Baca juga: Waspadai Kemunculan Jaringan Teroris dengan Tanda-Tanda Ini

Adapun tersangka dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 Huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerntah pengganti UU No 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan terorisme. Ancaman pidana maksimal seumur hidup.

Awi menambahkan sepanjang 1 Juni hingga 12 Agustus, Densus 88 telah menangkap dan menetapkan 72 orang pelaku tindak pidana terorisme. Kendati demikian, sejumlah pelaku belum melakukan aksi teror di manapun.

Baca juga: Teroris Lone Wolf Sulit Dideteksi

“Penegakan hukum terhadap teroris dilakukan soft dan hard approach. Dilakukan juga dengan cara preventif strike, sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme," pungkas Awi.

Adapun 72 tersangka tindak pidana terorisme ditangkap dari delapan wilayah yang berbeda. Di antaranya, Sumatra Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta dan Jawa Barat.(OL-11)

Baca Juga

Antara/Andika Wahyu

Antisipasi Musim Hujan 22 Branwir Disiagakan

👤Put/J-2 🕔Rabu 30 September 2020, 07:21 WIB
Mobil pemadam kebakaran memang kerap menjadi alternatif aparat wilayah untuk mengusir banjir jika unit pompa-pompa baik mobile maupun...
Dok: Kementerian PUPR/Medcom.id

Kepulauan Seribu Minim Pembangunan Infrastruktur

👤Dmr/J-2 🕔Rabu 30 September 2020, 07:16 WIB
Kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu masih timpang jika dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat wilayah...
MI/Usman Kansong

DPRD Jabar Minta Pemkot Depok Bongkar Bangunan

👤BY/KG/J-2 🕔Rabu 30 September 2020, 07:12 WIB
Jangan memperburuk citra penegakan hukum. Jangan sampai semakin jelas bahwa hukum ini tajam ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya