Jumat 14 Agustus 2020, 18:31 WIB

Pemerintah Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini

Antara | Ekonomi
Pemerintah Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2020 dari semula di kisaran minus 0,4 persen hingga plus 2,3 persen menjadi minus 1,1 persen sampai plus 0,2 persen.
 
"Perkiraan terakhir yang kita lakukan sesudah melihat realisasi kuartal II dan angka pada Juli maka kita perkirakan untuk pertumbuhan 2020, range-nya ada di minus 1,1 persen hingga 0,2 persen," katanya dalam konferensi pers RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Jakarta, hari ini.

Sri Mulyani mengatakan penurunan proyeksi tersebut dilakukan dengan melihat realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini yang terkontraksi hingga 5,32 persen (yoy).
 
"Artinya, agak bergeser ke arah negatif atau mendekati nol karena kita melihat bahwa tekanan di kuartal kedua sangat dalam," ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan kontraksi yang sangat dalam pada kuartal II 2020 memberikan peringatan kepada pemerintah supaya tetap hati-hati dalam menahan dampak COVID-19 sehingga kuartal III dan IV akan dikelola dengan baik.

"Faktor-faktor untuk kuartal ketiga harus betul-betul diusahakan. Tidak hanya tergantung dari pemerintah meskipun pemerintah merupakan pemegang peran yang cukup besar dalam pemulihan ekonomi," katanya.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada perkiraan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang cukup dalam untuk tahun ini yaitu antara minus 1,3 persen hingga tidak tumbuh atau nol persen.

Sementara konsumsi pemerintah untuk tahun ini diperkirakan tumbuh antara 2 persen hingga 4 persen. Untuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga diperkirakan masih dalam kisaran zona negatif antara minus 4,2 persen hingga minus 2,6 persen.

Kemudian prediksi ekspor dan impor turut mengalami tekanan masih dalam zona negatif yaitu minus 5,6 persen hingga minus 4,4 persen untuk ekspor dan minus 10,5 persen sampai minus 8,4 persen untuk impor. "Tentu, kita akan melihat terutama pada pencapaian kuartal III untuk melihat proyeksi 2020 ini," tegasnya.

Sri Mulyani melanjutkan dengan ketidakpastian pada 2020 yang masih berlangsung hingga akhir tahun, maka proyeksi ekonomi untuk tahun depan akan sangat bergantung pada penanganan COVID-19.

"Meskipun, diperkirakan pulih tapi dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan dan ketersediaan atau penemuan vaksin pada 2021," ujarnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Industri Terdampak Pandemi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 29 September 2020, 22:45 WIB
PMK tersebut diterbitkan sebagai upaya Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas...
AFP/Tauseef Mustafa

Pemerintah Buka Peluang Terapkan Rapid Test Antigen

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 September 2020, 20:46 WIB
"Kami baru saja mendapat kabar dari World health Organization (WHO) bahwa rapid tes antigen bisa menunjukkan hasil tes dalam waktu...
Antara/Adwit B Pramono

Besok Hingga 2 Pekan Ke depan, Tol Manado-Danowudu Gratis

👤Insi nantika Jelita 🕔Selasa 29 September 2020, 20:39 WIB
"Sosialisasi dua minggu ini sekaligus untuk menyiapkan perilaku berkendara masyarakat. Karena biasanya setelah jalan tol diresmikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya