Jumat 14 Agustus 2020, 17:11 WIB

Kemarau, Sumber Air di Brebes Menyusut

Supardji Rasban | Nusantara
Kemarau, Sumber Air di Brebes Menyusut

MI/Palce Amalo
Ilustrasi

 

MEMASUKI musim kemarau sejumlah sumber air untuk pengairan areal lahan pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sudah menyusut. Bahkan sudah ada sejumlah bendungan mulai kekurangan air dan tidak bisa mengairi areal persawahan.

Salah satunya bendungan Cisadap di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, yang mengairi persawahan di tiga kecamatan. Bendungan Cisadap sudah menyusut sejak Juli lalu tidak bisa lagi mengairi areal persawahan di Kecamatan Ketanggungan, Kersana, dan Tanjung. Pengairan sawah di tiga kecamatan itu akhirnya mendapat pasokan air dari Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo.

Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku, Nurul Hidayat mengatakan, menyampaikan persediaan air di Waduk Malahayu per akhir Juli terdapat 20.723.911 meter kubik. Persediaan air itu cukup untuk mengairi areal persawahan hingga 72 hari ke depan.

"Belum bisa dikatakan kekeringan, karena sumber-sumber air masih ada. Di Waduk Malahayu masih mencukupi untuk dua bulan ke depan dengan debit air yang dikeluarkan setiap hari 3 meter kubik per detik. Artinya, ini cukup untuk pengairan sampai Oktober nanti," ujar Nurul Hidayat, saat meninjau Bendung Cisadap, Jumat (13/8).

Nurul Hidayat menyebut, mulai 16 Agustus nanti akan mulai dilakukan gilir air dengan debit air 3 meter kubik per detik. Sistem gilir air  akan dilakukan hingga 28 Oktober.

Baca juga : Gubernur NTT Hukum 103 Pegawai Berjemur Selama Tiga Jam

"Sistem gilir air di Waduk Malahayu dilakukan dengan pola 4 hari mati atau ditutup dan 6 hari dibuka. Persediaan air di Bendungan Notog mencapai 4.619 liter per detik," terangnya.

Ia menuturkan Bendung Notog mendapat pasokan air dari Waduk Penjalin  melalui anak Sungai Pemali. Di bendungan Notog, sudah dilakukan gilir air dengan penggunaan air yang efesien.

"Sumber-sumber air masih ada, jadi  belum bisa dikatakan kekeringan, tapi kekurangan air. Sekarang juga sudah ada gilir air dan pompanisasi oleh para petani," jelas Nurul hidayat.

Nurul Hidayat melanjutkan, gilir air di bendungan Notog dilakukan dua hari sekali. Karena ada irigasi Pemali Kanan, Pemali Tengah, dan Pemali Kiri.

"Persediaan air untuk pengairan areal lahan pertanian tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, di bulan Juli sudah mengalami kekeringan dan sejumlah sumber-sumber air mengering. Namun tahun ini, masa tanam kedua berjalan lancar dan bisa panen dengan baik. Saat ini memasuki masa tanam ketiga dengan persediaan air yang cukup," ucapnya.

Menurutnya, tahun ini kemarau basah, diperkirakan juga persediaan air akan cukup hingga Oktober. Sementara di bulan Oktober sudah mendekati musim hujan. Mudah-mudahan tidak ada kekeringan yang parah untuk tahun ini," pungkasnya. (OL-2)

 

 

Baca Juga

Ilustrasi

Probolinggo Kembali Masuk Zona Merah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:16 WIB
Tambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada 25 September 2020 tercatat sebanyak...
Ist

Badan Otorita Labuan Bajo Gelar Pelatihan dan Dorong Kuliner Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:02 WIB
Pelatihan diselenggarakan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat produk dan brand kuliner lokal sebagai bagian yang...
Medcom

Pemkab Banyumas akan Atur Kegiatan di Ponpes

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 25 September 2020, 21:55 WIB
Pemkab Banyumas saat ini tengah membuat surat untuk mengatur kegiatan di ponpes setelah melonjaknya kasus Covid-19 di sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya