Jumat 14 Agustus 2020, 16:19 WIB

Gubernur NTT Hukum 103 Pegawai Berjemur Selama Tiga Jam

Palce Amalo | Nusantara
Gubernur NTT Hukum 103 Pegawai Berjemur Selama Tiga Jam

MI/Palce Amalo
ebanyak 103 pegawai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) dihukum berjemur di bawah sinar matahari selama tiga jam

 

SEBANYAK 103 pegawai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) dihukum berjemur di bawah sinar matahari selama tiga jam oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Jumat (14/8).

Mereka dihukum berjemur dari pukul 10.00-13.00 Wita lantaran tidak satu pun pegawai dari dinas tersebut menghadiri kegiatan olahraga dan apel pembagian hadiah lomba kebersihan antarinstansi yang digelar pada Jumat (14/8) pagi.

Gubernur baru tahu tidak ada pegawai dinas pariwisata setelah panitia memanggil perwakilan instansi tersebut untuk menerima hadiah sebagai instansi terkotor peringkat ke-6.

Gubernur pun langsung meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Benediktus Polomaing memanggil seluruh pegawai dinas pariwisata.

"Pak sekda segera panggil semua staf dinas pariwisata dan suruh mereka berdiri berjemur di halaman ini," kata Laiskodat.

Baca juga:  Diduga Memeras Tersangka, Penyidik Polda NTT Dilaporkan

Beberapa saat kemudian, sebanyak 103 pegawai tiba di halaman kantor gubernur dan langsung berjemur.

Kabid Industri dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata NTT Eden Klakik mengatakan ia bersama stafnya menerima hukuman tersebut.

"Tadi pagi kami tidak ikut kegiatan olahraga. Karena tidak ikut, kami harus menerima risiko," ucapnya.

Eden mengaku tidak tahu ada kegiatan olahraga yang digelar di halaman kantor gubernur.

"Makanya saya sempat komplain ke panitia. Saya bilang kami tidak terima undangan," ujarnya.

Sesuai keterangan panitia, tambah Dia, undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut sudah dikirim sejak Selasa (11/8).

"Tetapi undangan itu lari ke mana, kami tidak tahu," imbuhnya.

Selain itu, pada saat bersamaan, kepala dinas bersama sekretaris dinas pariwisata sedang bertugas di luar daerah.

"Pak kadis dan beberapa pejabat eselon tiga melaksanakan tugas, tidak ada surat penunjukkan pelaksana tugas harian. Jadi kita bingung siapa yang harus mengendalikan organisasi," tukasnya.(OL-5)
 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Pasar Tradisional di Palembang Masih Jadi Klaster Covid-19

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 30 September 2020, 16:57 WIB
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda meminta setiap pengurus pasar tradisional agar meningkatkan protokol kesehatan guna mencegah...
DOK MI

Kota Malang Pacu Urban Farming

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 30 September 2020, 16:51 WIB
Praktik pertanian dan budi daya tanaman pangan di perkotaan itu merambah lima kecamatan di Kota Malang, Jawa...
Antara

Pemkot Tasikmalaya Larang Kampanye Tatap Muka di Wilayahnya

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 30 September 2020, 15:05 WIB
PEMKOT Tasikmalaya larang kampanye tatap muka bagi empat pasangan calon Pilkada Kabupaten Tasikmalaya digelar di Kota...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya