Jumat 14 Agustus 2020, 16:13 WIB

Perundingan Perjanjian RCEP Masuki Babak Akhir

Hilda Julaika | Ekonomi
Perundingan Perjanjian RCEP Masuki Babak Akhir

Antara
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berfoto bersama dengan kepala negara dan kepala pemerintahan peserta KTT RCEP di Bangkok, Thailand.

 

PROSES perundingan penyelesaian perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) memasuki tahapan kajian hukum (legal scrubbing). Perjanjian tersebut ditargetkan dapat ditandatangani dalam waktu dekat tanpa keikutsertaan India.

“Proses penyelesaian RCEP telah memasuki babak akhir yaitu tahap pengkajian hukum. Bahasa hukum kadang mengandung multitafsir. Pemerintah akan memastikan tahapan ini tidak akan mengubah substansi kepentingan Indonesia. Kami terus bekerja keras mengawal proses penyelesaian perjanjian ini untuk kepentingan nasional,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga melalui keterangan resmi, Jumat (14/8).

Jerry mengatakan, setiap perjanjian perdagangan yang disepakati menguntungkan Indonesia dari segi tarif, hambatan non-tarif, serta pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha dalam negeri.

“Dengan selesainya proses perundingan perdagangan, ekonomi, dan investasi, seperti RCEP ini, kita memiliki peluang akses pasar yang lebih luas dan mendukung daya saing Indonesia. Namun, hal itu harus disertai dengan peningkatan kualitas produk, branding, sistem logistik, sistem pembayaran, dan lainnya. Sehingga, produk lokal kita dapat sukses merambah pasar global,” jelas Jerry.

Jerry menuturkan Kementerian Perdagangan memiliki tim perunding yang berkualitas secara intelektual dan berdedikasi tinggi. Tim perunding Kementerian Perdagagan akan berupaya terus berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, juga akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) termasuk pelaku usaha.

“Pemerintah fokus pada penciptaan iklim bisnis dan fasilitas kemudahan, tetapi tentu saja, kuncinya ada di para pelaku usaha. Jika pelaku usaha makin kompetitif, kami yakin ekonomi Indonesia akan bangkit dan semakin kuat,” kata Jerry.

Ia pun beranggapan pemerintah memiliki banyak program yang dapat memfasilitasi perdagangan, khususnya ekspor. Ada pelatihan di bidang branding, desain produk, kegiatan ekspor dan impor, pameran, penjajakan kesepakatan dagang (business matching), dan lainnya.

Jerry menambahkan, terkait absennya India dalam keikutsertaan RCEP, hal itu berkaitan dengan berbagai isu sensitif dengan negara lain, khususnya Tiongkok. Namun, ASEAN dan negara-negara yang terlibat dalam RCEP memberikan opsi keikutsertaan India di masa depan. Keikutsertaan India tetap penting bagi segi ekonomi, politik, maupun solidaritas bangsa Asia. (E-3)

Baca Juga

Antara/Puspa Perwitasari

Saham Bank Turun, Pengamat : Investor Asing Belum Yakin

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 28 September 2020, 21:30 WIB
Para investor asing tidak yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia dalam enam bulan ke...
Antara/Moch Asim

Pertamina Perlu Cermat Tentukan Pengembang Kilang Tuban

👤Raja Suhud 🕔Senin 28 September 2020, 20:55 WIB
Saat ini dua peserta tender terbaik telah ada yakni Konsorsium JO Hyundai Engineering dan Konsorsium...
Ist/Kementan

Pusvetma Lakukan Vaksinasi Rabies Drive Thru Pertama di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 September 2020, 20:37 WIB
Ditjen  Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) melakukan vaksinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya