Jumat 14 Agustus 2020, 14:30 WIB

Komjak Telusuri Dugaan Komunikasi Oknum Jaksa Diduga dengan Joker

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Komjak Telusuri Dugaan Komunikasi Oknum Jaksa Diduga dengan Joker

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Tjandra

 

KOMISI Kejaksaan RI (Komjak) menyebutkan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait dugaan adanya oknum Jaksa lain yang terlibat dalam kasus pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Joko Tjandra.

"Hari Selasa lalu, MAKI benar menyampaikan laporan pengaduan tentang adanya dugaan komunikasi antara pejabat Kejaksaan dengan terpidana JC (Joko Tjandra) yang masih buron ketika itu," kata Ketua Komjak, Batita Simanjuntak saat dihubungi, Jakarta, Jumat, (14/8).

"Karena masih berupa laporan pengaduan tentu saja Komisi akan menindak lanjutinya melalui pendalaman, memverifikasi substansi laporan, bukti-bukti dan menelusuri akurasi dugaan tersebut" sambungnya.

Disebutnya, tak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil terlapor untuk mengklarifikasi terkait laporan tersebut. "Kemudian dalam kaitan itu, tidak tertutup kemungkinan kami akan cross-check meminta informasi dan klarifikasi dari terlapor," tuturnya.

Namun demikian, Komjak enggan membeberkan siapa nama oknum jaksa yang dilaporkan melakukan komunikasi dengan Joko Tjandra. "Tetapi sekali lagi kami belum bisa menyampaikan siapa yang terlapor karena kaitan masih berupa laporan pengaduan sebab jangan sampai terjadi mispersepsi," jelasnya.

Dikatakan Barita, jika sudah ditemukan bukti kuat nantinya pihaknya akan membuka nama oknum Jaksa tersebut. "Kalau sudah ada indikasi dugaan kuat setelah kami memperoleh penjelasan barulah kami bisa sampaikan hasilnya," tukasnya.

Dapat diketahui, Dapat diketahui, MAKI melaporkan pejabat tinggi Kejaksaan Agung ke Komisi Kejaksaan. Pejabat itu diduga terlibat dalam kasus pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Joko Tjandra yang kerap dijuluki Joker..

"Ada pejabat tinggi di Kejagung menghubungi Joko Tjandra setelah (Senin) 29 Juni 2020. Artinya setelah Kejagung melakukan pembongkaran Joko Tjandra masuk Indonesia," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Menurut dia, komunikasi itu dilakukan melalui telepon. Saat itu, Djoko masih berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Ini saya laporkan ke Komisi Kejaksaan untuk ditelusuri apa pembicaraan pejabat tinggi Kejagung itu dengan Djoko Tjandra dan dari siapa nomor handphone yang diterima itu kemudian bisa dihubungi," ujar Boyamin.

Boyamin berharap Komisi Kejaksaan bisa melacak komunikasi itu sampai pemberi nomor telepon Djoko Tjandra. Dia menilai tidak masuk akal Djoko Tjandra memberikan langsung nomor teleponnya kepada pejabat tinggi Kejagung tersebut.

"Pasti ada yang memberikan kepada pejabat Kejagung itu. Maka dari itu saya minta ditelusuri ke Komisi Kejaksaan," ujar dia.(OL-4)

Baca Juga

MI/Fransisco Carollio

Jokowi Soroti Keamanan Pemilu, Polri: Ada Gakkumdu

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 28 September 2020, 23:55 WIB
Menurut Polri apapun yang berkaitan dengan pelanggaran di pilkada harus melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Napoleon Gugat Sangkaan Terima Suap Joko Tjandra

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 28 September 2020, 21:35 WIB
Kuasa hukum menyebut Polri selaku termohon tidak memiliki bukti penerimaan suap terhadap kliennya, tersangka gratifikasi, Irjen...
Dok Mi

Ahli Ingatkan Kewenangan Penyidikan Jaksa Terbatas

👤Ant 🕔Senin 28 September 2020, 21:13 WIB
Di sisi lain, ia mengakui tidak ada negara di dunia penyidik itu tunggal. Namun, kewenangan jaksa dalam penyelidikan dan penyidikan itu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya