Jumat 14 Agustus 2020, 04:01 WIB

Ekonomi Bangkit Menuju Indonesia Maju

S2-25 | HUT RI
Ekonomi Bangkit Menuju Indonesia Maju

Ist
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

 

MEMASUKI usia 75 tahun, sudah banyak capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat. Walaupun ada ketidakpastian ekonomi global pada tahun 2019 yang lalu, Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02%, di atas pertumbuhan ekonomi global yang sebesar 2,3%. Pada tahun 2019, PDB per kapita Indonesia meningkat 5,5,%, yaitu mencapai Rp 59,1 juta atau setara dengan US$ 4,174.9. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2019, mencapai 71,92. Angka ini meningkat sebesar 0,53 poin dibandingkan tahun 2018.

Indikator tersebut menunjukkan kebijakan ekonomi Indonesia sudah berjalan pada track yang benar menuju Visi Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan visi pada 100 tahun umur Indonesia tersebut, dibutuhkan 4 (empat) pilar. Pilar pertama, pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK. Pilar kedua, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dan pilar ketiga, pemerataan pembangunan. Sedangkan pilar keempat, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Dicanangkan pada saat 100 tahun merdeka, Indonesia akan tinggal landas menjadi kelompok negara maju dengan penghasilan PDB per kapita diperkirakan mencapai US$ 23,199.

Sebagaimana terjadi di seluruh negara di belahan dunia, pada tahun 2020 ini, tepat di usia 75 tahun, Indonesia menghadapai ujian berat dengan adanya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2020 mengalami kontraksi cukup dalam sebesar -5,32% (YoY). Namun demikian, pemerintah masih sangat optimis untuk bangkit pada Kuartal III 2020, melalui pengembangan dan perluasan skema program pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 695,2 Triliun yang didistribusikan kepada beberapa sektor, yaitu untuk sektor Kesehatan sebesar Rp. 87,55 Triliun, perlindungan sosial sebesar Rp.203,90 Triliun, sektor Kementerian/ Lembaga dan Pemda sebesar Rp 106,11 Triliun, sektor UMKM sebesar Rp.123,46 Triliun, pembiayaan korporasi sebesar Rp.53,57 Triliun dan insentif bagi dunia usaha sebesar Rp.120,61 Triliun.

Dalam menghadapi pandemi saat ini dan kurun waktu ke depan, pembangunan ekonomi harus menempatkan aspek Kesehatan sebagai prasyarat dan pertimbangan utama. Dalam pelaksanaannya, sisi kesehatan dan ekonomi tersebut perlu dipertegas lagi sinergitasnya, sehingga melalui penerbitan Peraturan Presiden 82/2020 dibentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN). Kebijakan dan implementasi upaya pemulihan dan transformasi ekonomi merupakan satu kesatuan dengan upaya menangani Pandemi Covid-19. Dengan begitu ketahanan di sisi kesehatan akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Dalam upaya memerangi Pandemi Covid-19, Pemerintah terus mendorong kemandirian bangsa untuk memproduksi sendiri alat-alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), alat bantu pernapasan ventilator, dan membuat vaksin Covid-19 yang sedang dikerjakan BUMN bekerja sama dengan beberapa negara. Sebagai upaya untuk menekan angka penularan, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan. Sasarannya adalah untuk mendorong perubahan perilaku, dimana tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah penerapan protokol Kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan covid-19, seperti rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker, dan senantiasa menjaga jarak (social distancing). Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas pekerjaan dan roda perputaran ekonomi bisa terus berjalan.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dimaksudkan sebagai pengaman sosial, menjaga konsumsi masyarakat, mendorong investasi dan menyelamatkan sektor UMKM, serta memberikan insentif fiskal dan mendorong ekpor. Pilihan pada new normal atau adaptasi kebiasaan baru, mendorong masyarakat tetap beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan. New normal memastikan kegiatan ekonomi dan sosial mampu berdampingan dengan pandemi yang masih belum selesai.

Dunia terus berubah secara cepat dan tak terduga, ketika revolusi industri 4.0 terjadi. Daya dobrak utamanya ialah melalui transformasi digital. Transformasi digital telah mengeser kebiasaan-kebiasaan lama. Era digital ini tak sekadar bicara tentang Internet, tetapi teknologi telah mampu memaksa dan mengubah pola dan cara-cara lama menjadi pola baru yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih efektif.

New Economy

Saat ini, ekonomi global sudah mengalami transformasi digital yang luar biasa cepat dan dalam skala besar. Pandemi Covid-19 telah memicu transformasi digital menjadi jauh lebih penting dan lebih mendesak lagi. Digitalisasi ekonomi membuat miliaran aktivitas masyarakat terhubung secara daring setiap hari di antara orang, pelaku bisnis dengan memanfaatkan perangkat, data, dan proses digital.

Fondasi utama ekonomi digital adalah konektivitas tinggi. Konektivitas ini membuat peningkatan keterkaitan orang dan mesin secara daring. Entah itu melalui Internet maupun teknologi seluler. Saat pandemic Covid-19 belum juga berakhir, dan sudah menyiapkan diri memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal), ekonomi digital akan melemahkan transaksi secara konvensional.

Ekonomi digital juga dikenal sebagai ekonomi baru (new economy). Dengan model ini, jaringan digital dan infrastruktur komunikasi menyediakan platform global, tempat orang dan organisasi menyusun komunikasi dan berkolaborasi. Ekonomi digital menjadi fenomena baru yang strategis dalam ranah kegiatan ekonomi di tengah pandemi. Sebagai komparasi, dari laporan McKinsey (2019), Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang mencatat pertumbuhan tercepat dalam mengadopsi ekonomi digital. Pertumbuhan adopsi ekonomi digital dihitung dari aplikasi individu, bisnis, dan pemerintah melalui tiga pilar.

Fondasi digital yakni ketersediaan dan kecepatan unduh, jangkauan digital konsumsi data per pengguna, dan nilai digital penggunaan dalam pembayaran digital atau e-commerce, Indonesia memperoleh skor 99%, diikuti India 90%, Tiongkok 45%, dan Rusia 44%. Bahkan, ekonomi digital Indonesia diklaim berpeluang semakin tumbuh mencapai US$130 miliar pada 2025. Utamanya bertumbuh pada e-commerce dan ride-hailing, serta pembayaran digital.

Pesatnya ekonomi digital juga strategis untuk menaikkan produktivitas tenaga kerja di Tanah Air, yang berkontribusi menghubungkan pekerja dengan penyedia melalui daring yang lebih efisien dibanding luring. Prediksi McKinsey, ekonomi digital Indonesia juga meningkatkan produktivitas sebesar US$120 miliar per tahun. Digitalisasi ini mencakup sektor manufaktur US$ 34 miliar, ritel US$ 24,5 miliar, transportasi US$ 15,5 miliar, pertambangan US$ 14,8 miliar, pertanian US$ 11,0 miliar, media US$ 7,9 miliar, kesehatan US$ 6,6 miliar, publik US$ 4,8 miliar, dan keuangan sebesar US$ 1,8 miliar.

Saat memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal), aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan baik. Interaksi selama masa pandemi tetap produktf. Tentu saja, hal pentingnya adalah konsumen mendapat layanan, informasi, dan barang tanpa interaksi dekat. Transformasi digital merupakan jembatan perubahan dalam bisnis pada saat pandemi.

Strategi New Normal

Pada saat new normal, inovasi digital akan melompat tinggi, karena ekonomi dituntut harus terus berputar di tengah-tengah kepungan virus. Sedikitnya, ada beberapa strategi atau kebijakan yang dapat dikerjakan. Pertama, masa depan perubahan gaya kerja. Orang-orang bisa bekerja dari kantor berbeda-beda, bekerja dari rumah, atau kerja sambil ngopi di coffeeshop. Tempat kerja kita telah berubah, dengan syarat konektivitas sama dengan ketika berada di kantor. Transformasi ini membuat gerak ekonomi masyarakat, dan bisnis perusahaan lebih fleksibel. Kegiatan dan perilaku yang lebih dinamis ini, membutuhkan institusi untuk mengelola ekosistem seperti ini. Kedua, jaringan suplai ekonomi digital. Berbagai informasi dan data mencakup demografi menyebutkan bahwa tumbuhnya kelas ekonomi menengah meningkat hingga tiga kali lipat. Tekanan pada sumber daya ekonomi dan bisnis, yang tumbuh lebih lambat 1,5 kali. Lalu, bagaimana perusahaan berbagi data secara realtime, dan memungkinkan perdagangan berkembang. Kemajuan di bidang ekonomi digital membuat jaringan digital generasi baru lagi.

Ketiga, adanya Internet of Things (IoT). Saat ini, dunia, termasuk Indonesia, berada di puncak era, di mana semuanya dapat terhubung satu sama lain. Entah itu bersifat bisnis, perangkat, dan proses yang semuanya akan terkoneksi. Bauran dunia fisik dan digital membawa aset ke dalam domain digital. Tentu saja tempat perangkat lunak akan mendominasi. Semua terbangun karena hadirnya transformasi dalam era ekonomi digital. Di tengah majunya ekonomi digital saat ini, terjadinya wabah Covid-19 ini, justru mendorong terjadinya perlombaan secara besar-besaran bagi pelaku ekonomi, untuk bisa tetap menjalankan usaha bisnis melalui teknologi maju berbasis digital.

Sesuatu yang menarik dan mencengangkan kita sedang terjadi saat pandemi Covid-19 ini, dan terus akan terjadi saat era new normal. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian senantiasa mendorong pertumbuhan ekonomi digital, salah satunya dengan meluncurkan layanan kredit secara digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk DigiKu.

Layanan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam mendorong UMKM agar memasuki ekosistem digital. Di saat ruang gerak terbatas akibat adanya pandemi Covid-19, DigiKu diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi dengan akses yang lebih luas dan dokumentasi yang lebih mudah. “Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 mendatang, juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Pasalnya, potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun tersebut mencapai US$ 133 miliar. Sementara di tahun yang sama, realisasi potensi ekonomi digital ASEAN senilai US$153 miliar. Berarti lebih dari 85% pasarnya ada di Indonesia,” ujar Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, pada momentum ulang tahun RI ke-75 ini, Kemenko Perekonomian mengajak seluruh masyarakat untuk selalu optimistis. Di balik berbagai hambatan yang ada, di situ pula berbagai peluang baru akan muncul. (S2-25)

Baca Juga

Ist/Prambors

Rayakan 75 Tahun Indonesia, Prambors Bagi-bagi Sepeda Setiap Hari

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Agustus 2020, 15:15 WIB
Sebagai radio anak muda, Prambors menghadirkan sebuah campaign bertajuk Mendadak Sepedahan untuk membagikan sepeda secara gratis pada bulan...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Semangat untuk Maju di 75 Tahun Kemerdekaan

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Rabu 19 Agustus 2020, 08:48 WIB
Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada seluruh generasi muda agar terus memiliki keyakinan dan harapan...
Ist

Gelar Merdeka Berhasanah, BNI Syariah Tebar Promo dan Diskon

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Agustus 2020, 09:32 WIB
Khusus untuk pengguna kartu kredit syariah BNI iB Hasanah Card, BNI Syariah menawarkan berbagai promo diskon, caschback, dan juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya