Jumat 14 Agustus 2020, 05:40 WIB

OJK Pantau Langsung Implementasi Pemulihan Ekonomi di Daerah

Media Indonesia | Ekonomi
OJK Pantau Langsung Implementasi Pemulihan Ekonomi di Daerah

Dok. OJK
Pertemuan antara Ketua Dewan Komisioner OJK bersama Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, IJK, Kadin, dan lainnya.

 

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat selama seminggu terakhir, Wimboh mengunjungi Tegal, Semarang, Solo, dan terakhir Bandung, pada Minggu (9/8) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan mendengarkan secara langsung progres serta kendalakendala yang dihadapi di lapangan, baik perbankan maupun pelaku usaha, terkait dengan implementasi kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK dan pemerintah dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik melalui program restrukturisasi kredit, penempatan uang negara pada perbankan, maupun subsidi bunga bagi UMKM.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah hingga 22 Juli 2020 mencapai Rp56,64 triliun. Angka itu berasal dari 1,13 juta debitur atau sekitar 93,74% dari nasabah yang terdampak pandemi Covid-19.

Nilai tersebut sebagian besar berasal dari restrukturisasi kredit UMKM yang mencapai Rp49,93 triliun yang berasal dari 1,11 juta debitur, atau 98,39% total debitur yang direstrukturisasi.

“Sementara untuk perusahaan pembiayaan, secara nasional per 28 Juli restrukturisasi yang telah dilakukan mencapai Rp151,01 triliun dari 4 jutaan debitur. Sedangkan di Jateng per 22 Juli 2020 tercatat 95 perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi pinjaman. Restrukturisasinya mencapai Rp12,91 triliun dari 400.180 debitur,” jelas Wimboh saat menggelar kunjungan di Kota Semarang, Jateng, Rabu (5/8).

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi, IJK, Kadin dan lainnya di Kota Tegal, serta Wakil Wali Kota Surakarta David R Wijaya, perbankan, para pelaku usaha, asosiasi di Kota Solo, Minggu (2/8), Wimboh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, IJK, dan faktor pendukung lainnya yang saling bersinergi dan berkolaborasi menumbuhkan perekonomian nasional di daerah.

Ia mengatakan, sudah banyak insentif yang diberikan, selanjutnya diharapkan perbankan segera menghubungi nasabah-nasabahnya yang potensial yang telah direstrukturisasi. “Mereka silahkan diajak bicara dan bangkit lagi dengan pemberian modal kerja,” ucapnya.

Beberapa insentif yang diberikan di sektor UMKM, seperti bentuk subsidi bunga, subsidi penjaminan dan bantuan sosial produktif. Misalnya, kredit usaha rakyat (KUR) dan UMKM dengan plafon maksimum Rp500 juta diberikan subsidi bunga 6% untuk tiga bulan pertama dan 3% untuk tiga bulan kedua.

Kemudian, tambahan kredit modal kerja diberikan subsidi penjaminan oleh pemerintah melalui Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Bantuan sosial produktif pun diberikan bagi nasabah dan UMKM skala kecil.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil pada Minggu (9/8) Wimboh menyampaikan berbagai insentif pemerintah untuk menggerakkan sektor manufaktur di tengah pandemi.

Salah satunya, jaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi.

"Kita sekarang sedang menggarap bagaimana meningkatkan sektor korporasi yaitu manufaktur. Pemerintah sudah memberikan berbagai insentif di antaranya penjaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi. Kalau yang padat karya sharing dari pemerintah sebesar 60 persen dijamin, kalau nonpadat karya 50 persen," ucap Wimboh.

Wimboh berharap Jabar menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, Jabar memiliki skala ekonomi yang besar.

"Kami sangat berharap Jabar menjadi motor penggerak recovery atau pemulihan ekonomi karena Jabar ini skala ekonominya besar, dari angka-angka yang ada pertumbuhan kreditnya pun di atas 5% dari rata-rata nasional. Bahkan sampai akhir tahun ini bisa meningkat lagi. Sumber pertumbuhan ekonominya banyak sekali, terutama sektor UMKM atau konsumsi," ucapnya.

Dalam pertemuan itu Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat melalui OJK memberikan masukan agar industri manufaktur Jabar dapat pulih dan menggerakkan ekonomi nasional.

"Kami mohon OJK memberikan input bagaimana mendorong industri manufaktur yang sedang mogok ini naik seperti mesin kecil yang sudah bagus. Semoga dalam seminggu ada rekomendasi atau kebijakan dari OJK," kata Emil.

Menurut Emil, dalam pertemuan dengan OJK, muncul sebuah gagasan bahwa untuk memulihkan sektor manufaktur. Pemerintah akan berupaya membeli komoditas industri manufaktur. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, ekspor terhambat.

Baca Juga

Dok Modernland

Cleon Park Mulai Dibangun di Masa Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 22:50 WIB
Proyek properti akan sukses bila memiliki aksesibilitas yang...
MI/Ramdani

Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Upaya Pemulihan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 21:08 WIB
Sejauh ini OJK telah mengeluarkan serangkaian kebijakan yang akomodatif dan forward looking, fokus dan terarah, yang diharapkan bisa...
Antara

OJK Tingkatkan Perekonomian Pedesaan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 20:44 WIB
Wimboh menyampaikan melalui nota kesepahaman itu, OJK akan memperkuat keberadaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya