Kamis 13 Agustus 2020, 23:32 WIB

Alphabet Inc Beri Kemampuan Android untuk Mendeteksi Gempa

Antara | Teknologi
Alphabet Inc Beri Kemampuan Android untuk Mendeteksi Gempa

AFP
Raksasa teknologi internet

Alphabet Inc, perusahaan induk Google, mulai memberikan kemampuan di ponsel Android untuk mendeteksi gempa, fase pertama fitur ini sudah digulirkan di California, Amerika Serikat.

Salah seorang insiyur perangkat lunak utama di Google, Marc Stogaitis, menyatakan program ini bermula sekitar 4,5 tahun lalu saat mereka menguji coba akselerometer di ponsel untuk mendeteksi tabrakan mobil, gempa bumi dan tornado, dikutip dari Reuters, Kamis.

Akselerometer, sensor untuk mengukur arah dan gerakan, digunakan untuk menilai apakah pengguna memegang ponsel secara mendatar atau potret. Google meneliti pembacaan akselerometer saat gempa bumi dan menemukan bahwa pengguna bisa diberi notifikasi hingga satu menit sebelumnya.

 
Seismolog yang bermitra dengan Google untuk proyek ini menyatakan mengubah ponsel menjadi seismograf mini adalah kemajuan besar, meski pun tentu ada kesalahan. Sebab, lebih dari 2,5 juta perangkat yang beredar di dunia menggunakan sistem operasi Android.

"Kami sedang dalam perjalanan memberikan peringatan gempa bumi di mana pun ada ponsel pintar," kata direktur laboratorium seismologi di University of California Berkeley, Richard Allen.

Cara kerja
Ponsel Android saat ini bisa membedakan gempa bumi dari getaran akibat petir atau karena ponsel jatuh, hanya saat perangkat sedang diisi daya, dalam keadaan diam dan pengguna sudah memberikan izin untuk membagikan data ke Google.

Begitu ponsel mendeteksi gempa bumi, mereka akan mengirim lokasi, setingkat kota, ke Google. Google kemudian dapat melakukan triangulasi episentrum dan memperkirakan besaran gempa setelah mendapatkan ratusan laporan.

Fitur tersebut saat ini sudah dikeluarkan untuk California karena negara bagian tersebut sudah menggunakan sensor berbasis darat untuk memberikan peringatan gempa, sebelum bencana alam tersebut terjadi.

Selain California, Jepang dan Meksiko juga menggunakan sensor di darat.

Untuk uji coba di Californnia, Google mengambil data dari seismograf konvensional milik pemerintah untuk memberi peringatan kepada pengguna Android.

Pengguna Android yang diperkirakan mengalami guncangan, akan mendengar bunyi kencang dari ponsel, sementara layar menampilkan anjuran untuk tiarap. Sementara bagi pengguna yang jauh dari lokasi, diminta untuk tetap berbaring.

Google juga akan memberi peringatan pasca-gempa kepada orang-orang yang berada di lokasi, salah satunya untuk mengecek katup gas.

Peringatan akan muncul untuk gempa berskala 4,5 ke atas dan pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Google juga akan membuat peringatan untuk akun bisnis agar mereka bisa mematikan lift, pipa gas dan sistem lainnya sebelum gempa.

Google mengharapkan peringatan berbasis pembacaan akselerometer bisa tersedia tahun depan. (OL-12)

 

Baca Juga

JOHN THYS / AFP

Tesla Akan Segera Rilis Mobil Listrik Swakemudinya

👤Antara 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:17 WIB
Selain empat sedan dan SUV, perusahaan berencana untuk menjual truk listrik bertajuk Cybertruck, yang diklaim telah dipesan sebanyak 500...
AFP/Jorge Guerrero

Radiasi Bulan Lebih Berbahaya daripada ISS

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 05:45 WIB
Radiasi tersebut dapat menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari katarak hingga kanker dan penyakit...
AFP/Handout Apple

IPhone SE 2020 sudah Dapat Dipesan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:05 WIB
IPhone SE generasi kedua mengusung layar Retina HD sebesar 4,7...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya