Kamis 13 Agustus 2020, 14:57 WIB

Menristek Pastikan PRN 2020-2024 Tetap Berjalan saat Pandemi

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Menristek Pastikan PRN 2020-2024 Tetap Berjalan saat Pandemi

Ilustrasi
Riset

 

IMPLEMENTASI Prioritas Riset Nasional (PRN) dipastikan tetap berjalan tahun ini, meski di tengah pandemi covid-19 dan anggaran riset yang terbatas akibat pemangkasan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menuturkan, PRN merupakan melakukan upaya focusing sumber daya Litbangjirap agar kegiatan riset dapat mencapai produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini merupakan implementasi dari rencana induk riset nasional 2017-2045. Ini adalah PRN pertama untuk periode 2020-2024. Kita ingin memulainya dengan kombinasi anggaran dari LPDP, kementerian/lembaga, dan LPNK yang terlibat dlm PRN, jadi mmg sifatnya kontribusi bersama,” kata Bambang dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional PRN 2020, Kamis (13/8).

Bambang menjelaskan, PRN 2020-2024 terbagi menjadi 49 produk riset dengan bidang fokus berupa, pangan, energi, kesehatan, transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, pendidikan, seni budaya, dan multidisiplin atau lintas sektoral. Pendanaan program ini dilakukan baik melalui anggaran kementerian/lembaga maupun dengan melalui anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Baca juga : 699 Perusahaan Go Public di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh karena itu, Menristek/Kepala BRIN dengan dukungan Bappenas dan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, meminta pimpinan lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Lemlitbangjirap) untuk tetap melaksanakan PRN dengan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2021 sampai dengan tahun 2024.

Dia menambahkan, dalam proses pelaksanaan program, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan topik/produk dan target akhir jika hasil review, evaluasi, dan kebijakan strategis menunjukkan bahwa diperlukan penambahan produk, perubahan atau re-focusing. Di samping itu, perlu juga adanya instrumen pendanaan untuk pengadaan dan perbaikan infrastruktur riset yang untuk mendukung program PRN.

Menteri Bambang menuturkan, produk PRN harus dipastikan dapat menghasilkan produk inovasi yang siap didiseminasikan atau dikomersialisasikan dan diharapkan tidak hanya sebatas publikasi ilmiah. Standardisasi produk Litbangjirap harus disusun sesuai dengan kebutuhan nasional serta internasional agar mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri.

Proses hilirisasi hasil Litbangjirap secara konkret didorong industri melalui kebijakan dan relaksasi regulasi yang membuat teknologi dalam negeri termanfaatkan dengan skema inkubasi maupun transisi teknologi yang tepat.

“Produk hasil Litbangjirap yang sudah siap pasar didorong untuk dimasukan ke dalam e-katalog inovasi. Adanya fasilitasi untuk penguatan perlindungan HKI bagi produk inovasi hasil Litbangjirap. Selain berbagai aspek tersebut, aspek regulasi dan sumber daya pelaksana dalam pelaksanaan PRN juga sangat penting untuk diperhatikan. Dengan dasar motif dan semangat PRN mampu menghasilkan produk inovasi, yang bisa meningkatkan daya saing bangsa,” terangnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Dok.BNI Syariah

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Medco Power

👤Raja Suhud 🕔Minggu 27 September 2020, 14:05 WIB
Saat ini  Medco Power sedang membangun proyek energi terbarukan salah satunya PLTP Ijen berkapasitas 110 MW yang akan beroperasi penuh...
Istimewa

Kemenperin Pastikan Teknologi Pengolahan Limbah Diterapkan

👤Haryanto 🕔Minggu 27 September 2020, 14:00 WIB
PERTUMBUHAN kawasan industri di Jawa Tengah menimbulkan konsekuensi pencemaran. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memastikan limbah...
Istimewa

PT Ceria Raih Predikat Perusahaan Berkelas Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 13:15 WIB
PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan Pertambangan Nikel Terintegrasi Pengolahan dan Pemurnian meraih predikat sebagai perusahaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya