Kamis 13 Agustus 2020, 12:05 WIB

Buaya Muara Dievakuasi dari Pemukiman di Indragiri Hilir

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Buaya Muara Dievakuasi dari Pemukiman di Indragiri Hilir

MI/Rudi Kurniawansyah
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi buaya muara (Crocodylus Porosus)

 

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi buaya muara (Crocodylus Porosus) yang ditangkap oleh masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Buaya muara dengan panjang sekitar 3 meter itu diketahui sudah sebulan muncul di parit 18 wilayah permukiman dan pernah menyerang masyarakat.

"Awalnya kami mendapat laporan dari Kapolsek Kecamatan Batang Tuaka, ada seekor buaya muara Buaya ditangkap masyarakat. Buaya ini sudah satu bulan muncul di parit 18 dan pernah menyerang masyarakat," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar, Kamis (13/8).

Andri menjelaskan, laporan segera direspon dengan menurunkan tim evakuasi satwa BBKSDA Riau. Tim berangkat menuju Kecamatan Batang Tuaka, dipimpin Kepala Resort Zulkifli.

Andri menlanjutkan, setibanya tim di Kecamatan Batang Tuaka langsung melakukan koordinasi dengan Kapolsek Batang Tuaka untuk selanjutnya berangkat bersama ke lokasi Desa Kuala Sebatu dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam melalui jalur darat. Tim Gabungan selanjutnya melakukan koordinasi dengan Ketua RT parit 18, Desa Kuala Sebatu.

"Berdasarkan keterangan Ketua RT Hasanudin diketahui satwa buaya muara dengan ukuran panjang sekitar 3 meter," jelas Andri.

Baca juga: Seorang Warga Kembali Diterkam Buaya di Riau

Karena hal tersebut, tambah Andri, selanjutnya masyarakat sepakat untuk menangkap satwa menggunakan pawang buaya.

"Hingga pada Senin, 10 Agustus 2020 sekitar puk 21.00 WIB, Buaya dapat ditangkap oleh masyarakat dan langsung dilaporkan kepada petugas Polsek Batang Tuaka," jelasnya.

Andri mengungkapkan, tim Balai Besar KSDA Riau bersama Kapolsek Batang
Tuaka melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan tanpa didampingi petugas ataupun aparat keamanan. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa yang dilidungi oleh undang- undang tersebut.

"Selanjutnya tim bersama warga dan Kapolsek melakukan evakuasi dari lokasi penangkapan yang dilangsir dengan wadah keranjang menggunakan sepeda motor untuk dipindahkan ke kendaraan roda 4, kemudian dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Rengat," jelas Andri.

Ia menyampaikan, kondisi satwa buaya saat diserahkan terdapat luka pada bagian leher kanan dan kiri serta perutnya. Selanjutnya terhadap satwa tersebut dilakukan pemeriksaan fisik dan pengobatan luka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi luka tidak terlalu parah dan dimungkinkan dapat sembuh secara alami.

"Selanjutnya pada Rabu, 12 Agustus 2020 sekitar pukul 04.30 WIB, dilakukan pelepasliaran buaya muara tersebut ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk," jelas Andri.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya