Rabu 12 Agustus 2020, 21:51 WIB

Roy Kiyoshi Divonis Lima Bulan Rehabilitasi

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Roy Kiyoshi Divonis Lima Bulan Rehabilitasi

ANTARA
Roy Kiyoshi.

 

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Roy Kiyoshi terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan  psikotropika dengan pidana lima bulan dan wajib mengikuti rehabilitasi untuk memulihkan kondisi psikologis dan sosialnya.

Putusan Majelis hakim dibacakan dalam sidang yang berlangsung secara telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Baca juga: Marak Klaster Perkantoran, DKI Minta Perusahaan Lebih Serius

"Mengadili terdakwa Roy Kiyoshi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak telah menyimpan narkotika golongan empat, sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim Mery Taat membacakan putusannya.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan dipotong masa penahanan sejak terdakwa ditangkap.

"Memerintahkan agar terdakwa menjalankan sisa pidana dengan rehabilitasi sosial di Balai Rehabilitasi Khusus Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur," kata hakim.

Hakim juga memerintahkan agar barang bukti berupa 21 butir  psikotropika yang disita pada saat Roy Kiyoshi ditangkap bulan Mei 2020 lalu, untuk dimusnahkan.

Dalam putusan tersebut majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringan Roy Kiyoshi, yakni terdakwa belum pernah dihukum, berlaku sopan, dan mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan Roy tanpa hak telah memiliki dan menyimpan narkotika golongan empat sebagai perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika.

Usai membacakan putusan, majelis hakim menanyakan tanggapan Roy Kiyoshi beserta kuasa hukumnya, dan jaksa penuntut umum (JPU).

Roy menyatakan menerima putusan majelis hakim yang lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni enam bulan pidana dengan ketentuan wajib direhabilitasi. "Saya menerima yang mulia," ucap Roy Kiyoshi dari layar monitor.

Sedangkan, Leo Simalango selaku JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

Roy Kiyoshi telah menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan pada Rabu (15/7), dilanjut dengan pemeriksaan saksi dari JPU yakni dua orang penyidik Polres Metro Jakarta Selatan yang melakukan penangkapan.

Pria yang dijuluki anak indigo ini dituntut Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Roy Kurniawan, 33, alias Roy Kiyoshi mulai dikenal setelah menjadi pembawa acara program Karma di ANTV ditangkap penyidik Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (6/5) pukul 17.00 WIB di kediamannya di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Pada saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa 21 butir psikotropika yang dibeli oleh Roy secara daring, yakni psikotropika diazepam (mersi) sebanyak 10 butir, nitrazepam (dumolid) tujuh butir, alprazolam (camlet) dua butir, dan dua butir alprazolam (zypraz).

Baca juga: RSUP Persahabatan Overload, Banyak Pasien Covid-19 Ditolak

Dari hasil pemeriksaan tes urine Roy Kiyoshi positif mengandung benzodiazepin atau psikotropika golongan empat.

Kini Roy Kiyoshi telah menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Selatan setelah hasil asesmen terhadap dirinya dinyatakan sebagai penyalahguna yang perlu direhab sejak Kamis (14/5). (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Ditargetkan ada 18 Hotel untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Senin 28 September 2020, 19:46 WIB
a menjelaskan, Ibis Style Mangga Dua difokuskan bagi pasien yang berasal dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta...
MI.Andri widiyanto

Ada 2 Hotel Untuk Isolasi Mandiri di DKI Jakarta, Ini Prosedurnya

👤Hilda Julaika 🕔Senin 28 September 2020, 19:22 WIB
Ke-2 hotel itu ialah Ibis Style Mangga Dua dan U Stay Mangga Besar. Biaya isolasi di 2 hotel itu ditanggung oleh pemerintah...
SUMARYANTO BRONTO

Ratusan Pendekar Banten Dukung Kinerja Erick

👤Wibowo Sangkala 🕔Senin 28 September 2020, 19:05 WIB
Dalam deklarasinya, pendekar Banten menolak cara-cara yang tidak konstitusional dan cenderung menyerang kehormatan seseorang pejabat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya