Rabu 12 Agustus 2020, 21:30 WIB

Jerinx Salah, Tapi Penahanannya Dinilai Represif

Insi Nantika | Politik dan Hukum
Jerinx Salah, Tapi Penahanannya Dinilai Represif

Antara
Jerinx SID

 

PERNYATAAN drummer SID I Gede Ari Astina alias Jerinx soal virus korona masuk ketegori hoaks, meresahkan publik dan memicu misinformasi.

Namun, menjerat dan menahan Jerinx dianggap tidak tepat dan sebagai bentuk represif.

Demikian disampaikan peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR Erasmus Napitupulu kepada Mediaindonesia.com, Rabu (12/8).

Menurutnya, penangkapan Jerinx oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali dipaksakan

"Dipaksakan penangkapanya, enggak ada keperluan untuk menahan. (Polisi) represif," kata Erasmus saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (12/8).

Erasmus melihat penetapan Jerinx sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dan ujaran kebencian tidak tepat.

Pasal yang dijerat Jerinx ialah Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU ITE tentang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Jerinx dianggap mencemarkan nama baik IDI dan melontarkan ujaran kebencian.

Erasmus mendesak agar revisi UU ITE segera dilakukan karena memiliki rumusan tindak pidana yang sangat “lentur” dan meluas, sehingga menyebabkan penggunaan pasal-pasal di dalamnya menjadi tidak presisi dan bahkan eksesif oleh aparat penegak hukum.

"Pasal-pasal yang dipakai juga kurang pas. Itu enggak nyambung sama sekali. Kalau yg dikritik Jerinx adalah IDI maka tidak ada urgensi penggunaan (UU ITE)," tandasnya.


Jerinx ditetapkan tersangka atas pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang menyebut 'IDI kacung WHO'dalam postingan di akun Instagramnya @jrxsid.

Ia menuding IDI harus mempertanggungjawabkan kebijakan wajib rapid test Covid-19 kepada ibu yang hendak melahirkan. 

"Iya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah kami periksa hari ini dan dia hadir. Sudah kami tahan juga hari ini di rutan Polda Bali," kata Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho. (OL-8).

Baca Juga

MI/Fransisco Carollio

Jokowi Soroti Keamanan Pemilu, Polri: Ada Gakkumdu

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 28 September 2020, 23:55 WIB
Menurut Polri apapun yang berkaitan dengan pelanggaran di pilkada harus melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Napoleon Gugat Sangkaan Terima Suap Joko Tjandra

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 28 September 2020, 21:35 WIB
Kuasa hukum menyebut Polri selaku termohon tidak memiliki bukti penerimaan suap terhadap kliennya, tersangka gratifikasi, Irjen...
Dok Mi

Ahli Ingatkan Kewenangan Penyidikan Jaksa Terbatas

👤Ant 🕔Senin 28 September 2020, 21:13 WIB
Di sisi lain, ia mengakui tidak ada negara di dunia penyidik itu tunggal. Namun, kewenangan jaksa dalam penyelidikan dan penyidikan itu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya