Rabu 12 Agustus 2020, 19:12 WIB

Lebih dari 1 Juta orang mendaftar di Gelombang IV Kartu Prakerja

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Lebih dari 1 Juta orang mendaftar di Gelombang IV Kartu Prakerja

Antara/Asep Fathulrahman
Pendaftaran Kartu Prakerja

 

SEJAK dibuka akhir pekan lalu, lebih dari 1,2 juta orang telah mendaftar dalam gelombang IV pendaftaran Kartu Prakerja. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga tengah malam ini atau Rabu (12/8) pukul 23.59 WIB.

"Hingga saat ini jumlah pendaftar tercatat lebih dari 1,2 juta orang yang datang dari seluruh provinsi, termasuk mereka yang diusulkan oleh Kemenaker atau BPJamsostek. Kuota penerima Kartu Prakerja Gelombang IV adalah 800.000 orang," kata Louisa Tuhatu, Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja dalam pesan singkatnya.

Louisa menambahkan, manajemen pelaksana akan mengirimkan pesan singkat sebagai pemberitahuan kepada peserta yang lolos pendaftaran pada Minggu (16/8). Sedangkan pembukaan gelombang V akan dilakukan pada Sabtu (15/8) pukul 12.00 WIB.

"Mereka yang belum menjadi penerima Kartu Prakerja dapat mendaftar di gelombang V," pungkasnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers pada Sabtu (8/8), program Kartu Prakerja resmi dibuka kembali setelah dihentikan sementara sejak 28 Mei 2020. Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota peserta menjadi 800.000 orang yang dimulai pada gelombang IV hingga kuota 5,6 juta orang terselesaikan.

Program tersebut tetap mengalokasikan besaran dana yang sama seperti gelombang I hingga III yakni sebesar Rp3.550.000 untuk tiap peserta. Dari dana itu, uang sebesar Rp1 juta hanya dapat digunakan peserta untuk membeli pelatihan.

Baca juga : Digitalisasi Program Kartu Prakerja Meminimalkan Praktik Korupsi

Setelah peserta menyelesaikan 1 kali pelatihan, dalam waktu paling lama 14 hari kerja manajemen pelaksana akan mentransfer uang insentif pelatihan sebesar Rp600.000. Pemberian insentif dilakukan bertahap selama 4 bulan. Dengan kata lain, total insentif pelatihan yang akan diterima peserta sebesar Rp2,4 juta.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan insentif pengisian survei dengan total nilai Rp150.000. Uang itu akan ditransfer setelah peserta mengisi survei pelatihan yang akan dilakukan sebanyak 3 kali. Dengan begitu, pascapengisian survei, peserta akan mendapatkan insentif Rp50.000.

Manajemen turut menambah cara pendaftaran peserta. Bila sebelumnya hanya dilakukan secara online (daring), kini peserta dapat mendaftar secara offline (luring) dengan mendatangi kantor kementerian ketenagakerjaan maupun dinas tenaga kerja di tiap wilayah. Nantinya peserta diminta untuk mengisi formulir pendaftaran.

Tak hanya itu, para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akibat dampak pandemi covid-19 kini menjadi prioritas utama. Berdasarkan data Kemnaker dan BPJamsostek, jumlah pekerja yang terdampak sebanyak 2,1 juta orang. Pada tiap gelombang, mereka akan diberikan porsi hingga 640.000 orang atau 80% dari total peserta. Kendati menjadi prioritas, mereka tetap harus mendaftar secara aktif.

"Sebenarnya kan prinsipnya ini pendaftaran aktif, jadi yang bersangkutan harus aktif mendaftar. Tapi kita sudah memprioritaskan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kemneterian Ketenagakerjaan. Dari data kemenaker itu, mereka tinggal mengisi saja form untuk mendaftar kartu prakerja, dan memang sudah ada jalur khusus bagi mereka,” imbuh Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin, (8/8).

"Mereka tetap harus mandaftar. Mereka akan diinfokan oleh Kemnaker untuk mendaftar segera. Harusnya informasi itu sudah sampai karena itu sudah disosialisasikan juga. Bahkan dari BPJamsostek sudah menyampaikan data yang ada di mereka,” pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Beri Bantuan ke UMKM, Jokowi: Jangan Patah Semangat

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 September 2020, 17:09 WIB
Sebagai seseorang yang berlatar belakang pengusaha, ia menyadari betul bagaimana sulitnya untuk bertahan di situasi yang sangat sulit...
Antara/Hafidz Mubarak

PT BA Tidak Lanjutkan Buyback Saham

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 29 September 2020, 16:15 WIB
Di awal pandemi Covid-19 perusahaan diminta kementerian BUMN untuk melakukan buyback saham senilai Rp 300...
Antara

Tingkat Kemiskinan Ekstrem Indonesia Diperkirakan Meningkat

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 29 September 2020, 16:14 WIB
Bank Dunia menyatakan hasil assesment-nya menunjukkan indikator kesejahteraan, utamanya angka kemiskinan ekstrem diperkirakan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya