Rabu 12 Agustus 2020, 18:51 WIB

Petani Semakin Mudah dalam Mengurus Asuransi Usaha Tani Padi

Wisnu AS | Ekonomi
Petani Semakin Mudah dalam Mengurus Asuransi Usaha Tani Padi

Dok. Pribadi
Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara mengatakan, SIAP dibuat untuk memudahkan pendaftaran asuransi pertanian.

 

ASURANSI Jasindo kini terhubung dengan petani melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara, mengatakan aplikasi SIAP dibuat untuk memudahkan pendaftaran asuransi pertanian program pemerintah.

“Melalui aplikasi ini, prinsip transparansi dan akuntabilitas akan sangat terjaga. Karena pihak terkait bisa memantau pelaksanaan asuransi program pemerintah melalui aplikasi ini,” kata Diwe dalam keterangan di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Asuransi Jasindo Komit dalam Pemberdayaan UMKM

Tidak hanya itu, sambungnya, para petani semakin dimudakan ketika melakukan proses pendaftaran, monitoring proses penutupan dan klaim, mengunduh e-polis, dan percepatan laporan awal klaim. "Ini semua berkat aplikasi SIAP," tegasnya.

Menurut dia, sejumlah fitur dalam aplikasi SIAP ialah terkait pendaftaran peserta, e-polis, pelunasan premi, pelaporan, hingga fitur yang memudahkan petani dan petugas penyuluh lapangan (PPL) dapat mengunggah dokumen klaim awal serta SK DPD.

"Digitalisasi merupakan salah satu target yang dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo pada 2020. Aplikasi ini juga menjadi solusi di tengah pandemi covid-19. Para petani dan PPL tak harus bertatap muka dengan pihak Asuransi Jasindo,” imbuh Diwe.

Sebagai informasi, Asuransi Jasindo dan Kementerian Pertanian menghadirkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sejak Oktober 2015 untuk melindungi petani dari risiko-risiko dan meningkatkan daya saing usaha petani padi.

Menurut Diwe, hal itu sejalan dengan Undang Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya terkait dengan pelaksanaan strategi perlindungan petani melalui asuransi pertanian.

“Melalui asuransi ini para petani dapat melindungi diri dari risiko kerugian nilai ekonomi usaha tani padi akibat gagal panen. Dengan demikian, petani tetap memiliki modal kerja untuk penanaman berikutnya," cetusnya.

Baca juga: Asuransi Jasindo Kampanyekan Penggunaan Antiplastik

Ganti rugi diberikan kepada peserta asuransi yang umur padinya sudah melewati 10 hari atau dengan tingkat dan luas kerusakan mencapai lebih dari 75%.

Besarnya ganti rugi adalah Rp6 juta per hektare per musim tanam. Jika kurang atau tidak genap kelipatan satu hektare, ganti rugi akan dihitung secara proporsional. (RO/A-3)

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Menko Perekononomian Dukung Peningkatan Nilai Tambah Pertanian

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 27 September 2020, 12:10 WIB
Kegiatan yang digawangi oleh Kementerian Pertanian ini diharapkan dapat mendorong para pelaku...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

IHSG Diprediksi Menguat Pada Perdagangan Awal Pekan Ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 27 September 2020, 11:51 WIB
Dari dalam negeri, dana asing terlihat terus keluar dari bursa saham Indonesia. Tercatat sudah 16 pekan asing terus melakukan penjualan,...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggar

Realisasi Program PEN Sektor UMKM Alami Kemajuan dan Diperluas

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 27 September 2020, 10:55 WIB
Realisasi penyaluran sejumlah program PEN sektor UMKM mengalami kemajuan dengan capaian lebih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya