Rabu 12 Agustus 2020, 08:39 WIB

Bermula Jual Rumah, Pasutri Dijadikan Terdakwa Oleh Pembeli

Agus Utantoro | Nusantara
 Bermula Jual Rumah, Pasutri Dijadikan Terdakwa Oleh Pembeli

MI/Agus Utantoro
i Oncan Poerba (tengah) penasehat hukum pasangan Agus Artadi dan isterinya Yenni Indarto yang menjual rumah kini menjadi terdakwa.

 

BERMULA dari jual beli tanah dan rumah miliknya sendiri, Agus Artadi dan isterinya Yenni Indarto, warga Jalan Magelang, Cokrodiningratan Kota Yogyakarta kini menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Penasihat Hukum kedua terdakwa, Oncan Poerba  mengatakan kedua kliennya didakwa telah menabrak pasal 167 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Oncan Poerba mengemukakan lebih lanjut awal kasus itu, kedua terdakwa menjual tanah dan bangunan miliknya yang berada di Jalan Magelang, Cokrodinigratan, Yogyakarta yang tidak lain rumah yang ditinggalinya selama ini. Pembelinya, Yulia dan Gemawan Wahyadhiatmika, dengan kesepakatan harga Rp6,5 miliar. 

"Namun, pembeli baru membayar Rp5 miliar  atau masih ada kekurangan Rp1,5 miliar," jelas Oncan di Yogyakarta, Selasa (11/8).

Ia menambahkan, pembeli kemudian melakukan balik nama sertifikat tanah menjadi atas nama pembeli.

"Karena merasa pembayaran belum lunas, kedua kliennya belum mau menyerahkan tanah dan bangunan kepada pembeli," tambahnya. 

Kedua pembeli kemudian melaporkan hal itu ke Polda DIY dengan sangkaan kedua kliennya melanggar pasal 167 ayat 1 KUHP dan kemudian dilimpahkan ke Kejati DIY dan selanjutnya ke PN Yogyakarta  serta diregister menjadi  perkara pidana nomor 172/Pid.B/2020/PN Yyk. Oncan Poerba mengungkapkan penerapan kasus ini menjadi kasus pidana sebenarnya tidak tepat, karena masalah jual beli. 

"Kedua klien saya tidak segera menyerahkan tanah dan bangunan yang dijualnya, karena belum lunasnya pembayaran," kata Oncan.

Ia kemudian mempertanyakan, bagaimana mungkin kedua kliennya ini dianggap memaksa masuk ke dalam rumah atau pekarangannya sendiri yang selama ini dihuni dan ditempati serta dikuasainya sendiri sebagaimana yang diatur dalam pasal 167 ayat 1 KUHP tersebut.
Keberatan Oncan Poerba, kasus perdata menjadi kasus pidana ini disampaikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta yang digelar hari Senin (10/8). 

baca juga: DPRD Bali Minta Gubernur Transparan Dana Stimulus Untuk UKM

Dalam eksepsinya yang disampaikan di depan majelis hakim PN Yogyakarta yang dipimpin Bandung S, SH., MH, penasihat hukum terdakwa Oncan Poerba meminta kepada Majelis Hakim agar kliennya dibebaskan dari dakwaan dan dilepaskan dari segala tuntutan.

"Karena bukan perbuatan pidana tetapi perbuatan atau peristiwa perdata," katanya. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Susanto

Pasha Ungu Diangkat Jadi Pelaksana Tugas Wali Kota Palu

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:55 WIB
Hidayat mengambil cuti selama 69 hari terhitung mulai 26 September hingga 5 Desember mendatang, karena sedang mengikuti tahapan...
MI/Supardji Rasban

Buntut Dangdutan Tegal Warga jalani Tes Swab dan Rapid

👤Supardji Rasban 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:20 WIB
Swab dan rapid tes itu dipantau langsung Wakil Walikota Tegal, Muhammad Jumadi, beserta sejumlah pejabat...
Antara/Adeng Bustomi

Puluhan Penambang Ilegal di Sorong akan Dijerat Pasal Berlapis

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:05 WIB
Petugas gabungan menangkap 57 pelaku penambangan ilegal galian C di kawasan Hutan Lindung Remu, Sorong, Papua Barat. Pelaku terancam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya