Rabu 12 Agustus 2020, 06:59 WIB

Beijing Kurangi Ketegangan di Laut China Selatan

Faustinus Nua | Internasional
Beijing Kurangi Ketegangan di Laut China Selatan

STR / AFP
Pasuka militer AL Tiongkok berjaga di Laut China Selatan

 

PEMERINTAH Tiongkok telah memerintahkan personel militernya untuk tidak melakukan tembakan pertama saat bila terjadi insiden tak terkendali di Laut China Selatan. Langkah itu merupakan upaya Beijing untuk mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) di wilayah perairan yang disengketakan itu. Sebuah sumber mengatakan kepada South China Morning Post bahwa Tiongkok tak menginginkan situasi itu menjadi lebih buruk. Beijing pun telah memerintahkan pilot dan perwira angkatan laut untuk menahan diri dalam pertikaian yang semakin sering terjadi dengan pesawat dan kapal perang AS.

Beijing yang awalnya bersih keras menentang AS kini diketahui sikapnya mulai melunak. Akan tetapi, militernya masih tetap wasapada untuk mengimbangi kekuatan AS. Satu sumber yang dekat dengan militer juga mengatakan Beijing telah berkomunikasi melalui berbagai saluran"l kepada AS. Mereka telah mengatakan kepada militernya jangan pernah menembak duluan sebagai isyarat niat baik untuk menjaga situasi tetap terkendali.

"Mudah memberi perintah untuk menembak, tetapi baik Tiongkok maupun AS tidak dapat mengendalikan konsekuensinya. Situasi saat ini sangat tegang dan sangat berbahaya," kata sumber tersebut seperti dilansir CNA.

Dia mengatakan PLA kini memiliki kekuatan militer yang berbeda dari tahun 2001. Hal itu mengacu pada insiden Hainan ketika sebuah pesawat intelijen AS bertabrakan dengan jet tempur PLA. Pilot Tiongkok Wang Wei tewas dan pesawat AS terpaksa mendarat di pulau Hainan. Para awak kapal akhirnya dibebaskan setelah AS mengeluarkan pernyataan dengan hati-hati tentang insiden itu.

"Saat ini, PLA telah mengembangkan banyak tindakan pencegahan. Orang Amerika tidak akan bisa kembali dalam keadaan utuh jika kecelakaan seperti itu terjadi lagi," katanya.

"Tapi sangat jelas bahwa kami akan menanggapi dengan kekerasan hanya sebagai upaya terakhir, ketika segala sesuatu gagal."

Sumber lain mengatakan kedua belah pihak telah menetapkan protokol untuk menangani pertemuan militer, tetapi pengaturan ini perlu diperbarui untuk mencerminkan situasi terbaru. Sumber itu tidak merinci apakah hal ini dibicarakan oleh dua menteri pertahanan, Mark Esper dan Wei Fenghe dalam percakapan 6 Agustus lalu.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Wang Yi juga mengambil pendekatan yang lebih berdamai ketika membahas Laut China Selatan. Dalam wawancara dengan kantor berita negara Xinhua pekan lalu, Wang tidak menyebutkan 'sembilan garis putus-putus' yang menandai klaim Tiongkok atas 90% perairan yang disengketakan. Sebaliknya dia mengatakan Laut China Selatan adalah rumah bersama bagi negara-negara di kawasan dan seharusnya tidak menjadi tempat pergulatan bagi politik internasional.

baca juga: AS Bolak-Balik Terbangkan Pesawat Intai di Laut China Selatan

Tetapi Wang mengatakan AS telah melanggar komitmennya untuk tidak memihak dalam perselisihan Beijing dengan negara-negara penggugat Laut China Selatan lainnya dan menuduhnya berusaha membuat perpecahan antara China dan negara-negara ASEAN. Pada hari Senin, kementerian luar negeri di Beijing menyerukan dialog yang jujur dan efektif untuk mengendalikan konflik. Tetapi mengatakan akan dengan tegas membela kedaulatan negara dan integritas teritorial Tiongkok.(OL-3)
 

Baca Juga

AFP/WANG ZHAO

Kematian Covid-19 Global Capai 2 Juta Sebelum Ada Vaksin

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 27 September 2020, 15:00 WIB
WHO melanjutkan pembicaraan dengan Tiongkok tentang skema pembiayaan COVAX untuk menjamin akses yang cepat dan adil secara global ke vaksin...
AFP/MICHAEL DANTAS

Kasus Covid-19 Amerika Latin Lampaui Sembilan Juta

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 27 September 2020, 09:11 WIB
Lebih dari enam bulan sejak kasus virus korona pertama terdeteksi di Amerika Latin, tercatat sudah lebih dari 9 juta kasus dan 330.000...
AFP/Fabrice COFFRINI

Google Blokir Iklan Pemilu AS Setelah Pemungutan Suara Ditutup

👤Antara 🕔Minggu 27 September 2020, 08:39 WIB
Google akan melarang iklan pemilu, termasuk yang menyebutkan pejabat negara bagian atau federal, kandidat atau partai politik, serta iklan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya