Rabu 12 Agustus 2020, 02:10 WIB

Penanganan Kanker Paru-Paru saat Pandemi

(Ata/H-2) | Humaniora
Penanganan Kanker Paru-Paru saat Pandemi

Dok.MI
Kanker Paru - paru

 

DOKTER Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari RSUP Persahabatan Sita Laksmi Andriani mengungkapkan perbedaan signifikan antara gejala kanker paru-paru dan covid-19.

Penanganan keduanya tentu berbeda. “Kalau covid-19 demam tinggi, ada riwayat kontak erat dengan orang yang terinfeksi (15 menit tanpa masker). Itu lalu batuk dengan nyeri otot, ada juga diare, dan juga kehilangan indra penciuman,” kata Sita dalam webinar via Instagram CISC, Sabtu (8/8).

Sementara itu, kanker paru-paru memiliki sejumlah gejala spesifik yang dapat dikenali, di antaranya batuk, sesak, dan batuk darah dengan tidak kunjung sembuh selama 2 minggu.

Adapun sejumlah faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, di antaranya jenis kelamin laki-laki, usia di atas 40 tahun, perokok aktif, maupun profesi yang berkaitan dengan zat tertentu seperti semen. “Lakukan pemeriksaan dini dan yang lebih penting lagi hindari rokok,” pungkasnya. (Ata/H-2)

Baca Juga

Instagram @TYA_ARIESTYA

Tya Ariestya Turunkan Berat Badan demi Program Hamil

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 03:15 WIB
AKTRIS Tya Ariestya, 34 tidak setengah-setengah dalam menjalankan program penurunan berat...
ANTARA

Saleh Husin Panen Jagung dari Kebun

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 02:55 WIB
KETUA Majelas Wali Amanat Universitas Indonesia, Saleh Husin, 57, punya rutinitas yang ia jalani setiap pagi, yakni seusai salat Subuh,...
Sumber: Alzi/BPS/Globocan/IDF/Kemenkes/WHO/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: Seno

Jadi Lansia Sehat? Investasilah sejak Bayi

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 30 September 2020, 02:35 WIB
NANI, 72, sudah tidak dapat beraktivitas seperti sedia kala sejak penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes merenggut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya