Rabu 12 Agustus 2020, 04:05 WIB

Isyana Sarasvati Kolaborasi dengan Gita Bahana Nusantara

Fathurrozak | Humaniora
Isyana Sarasvati Kolaborasi dengan Gita Bahana Nusantara

MI/Tosiani
Musikus Isyana Sarasvati

 

MUSIKUS Isyana Sarasvati, 27, akan berkolaborasi dengan Gita Bahana Nusantara untuk perayaan 17 Agustus. Namun, akibat pandemi, tahun ini pergelaran orkestra yang menampilkan deretan lagu kebangsaan akan digelar secara virtual.

Isyana mengaku senang ketika dirinya ditawari untuk berkolaborasi dengan Gita Bahana Nusantara (GBN). Meski tahun ini mereka tidak berada di panggung secara langsung saat membawakan lagu-lagu kebangsaan dalam upacara 17 Agustus, menurut Isyana, hal itu tetap harus disyukuri. 

Gita Bahana Nusantara merupakan pergelaran orkestra yang para anggotanya merupakan hasil audisi dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam tim gabungan itu, ada tim paduan suara, tim orkestra, dan tim aubade.

“Pertama kali diajak kolaborasi untuk menyanyi bareng GBN tentu mau banget. Karena ini kan kumpulan anak-anak berprestasi,” kata Isyana dalam webinar bertajuk Tetap Beraksi Tuai Prestasi, Senin (10/8).

Dalam kesempatan bincang virtual itu, ia juga memberikan semangat kepada para peserta yang tergabung dalam tim GBN.

“Karena sekarang virtual, kita tetap harus bisa mengekspresikan diri. Harus bersyukur, masih ada cara dan medium lain buat berkarya. Semoga penampilan kita semua menghibur dan semoga bisa bertemu secara langsung,” kata pemilik album Lexicon itu. Selain Isyana, GBN tahun ini juga akan berkolaborasi dengan diva pop Raisa.


Music center

Sebagai pesan terhadap anak-anak muda yang berfokus pada musik, Isyana mengingatkan pentingnya meyakini jika musik memang menjadi passion mereka. Lulusan Nanyang Academy of Fine Arts Singapura dan Royal College of Music Inggris ini juga menekankan tidak mudah untuk kuliah di jurusan musik.


“ Bukan hanya urusan teknik dan skill yang diasah, melainkan banyak subjek yang diajarkan, termasuk teori, attitude sebagai musikus profesional, dan disiplin. Menurutku, seru untuk kuliah musik. Buat kalian yang memang senang berkarya, jangan takut terhadap jati diri kalian. Musik kan enggak bisa dinilai secara angka, itu soal selera. Akan selalu ada orang yang mencintai karya kalian, dan ya akan ada juga situasi yes-no untuk karya kalian,” imbuh Isyana.

Ia menyarankan agar tidak menjadikan perkataan orang sebagai penghalang untuk tetap berkarya. “Yang perlu diingat tuh senimannya happy enggak bikin karyanya? Daripada bikin karya setengah-setengah, ya mending jadi diri sendiri saja.”

Selain itu, lingkungan yang mendukung juga menjadi salah satu faktor keberhasilan seseorang dalam berkarya. Isyana menyatakan sempat merasa terkejut ketika awal memasuki industri hiburan karena dirinya mendapat banyak hentakan.

“Aku tetap berjuang, bukan melewati kerikil lagi itu, sudah kayak dilempari batu bata. Tapi terus jalan, karena punya support system positif. Apalagi, era digital sekarang bebas berpendapat, kenal enggak kenal bisa sok kenal. Kita harus terima itu, yang bisa dilakukan adalah saring, mana yang mau ambil, dan mana yang sepertinya agak berlebihan kurang baik.”

Isyana mengatakan bahwa ia bercita-cita mendirikan pusat studi musik (music centre). Ia ingin mendistribusikan pengetahuan yang diperolehnya lewat pusat musik yang ingin dibangunnya itu. 

“Inginnya bisa bangun music centre, ada music school, studio, production house, dengan silabusku sendiri manajemen sendiri. Banyak ilmu yang kupelajari, dan hampir sekitar lima-enam tahun setelah aku lulus, takutnya lupa kalau enggak dibagi. Bisa dimulai dengan masterclass dulu, nanti lama-lama dari situ bisa bangun music centre,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara/Budi Candra Setya

Luhut Undang Pakar dari AS terkait Restorasi Terumbu Karang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 September 2020, 20:23 WIB
Namun, berdasarkan data dari LIPI, meski Indonesia memiliki 18% dari total terumbu karang di dunia, tapi lebih dari 36% terumbu karang di...
DOK MI

Mutu Pendidikan jadi Faktor Penting untuk Tingkatkan Daya Saing

👤Widhoroso 🕔Kamis 24 September 2020, 20:20 WIB
TINGKAT mutu pendidikan diperlukan untuk meningkatkan daya saing sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang tinggi, sebuah negara akan bisa...
AFP

Karena Pandemi, 47 Juta Perempuan Kehilangan Akses Kontrasepsi

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 24 September 2020, 20:00 WIB
SEKITAR 47 juta perempuan kehilangan akses pelayanan kontrasepsi modern karena pandemi covid-19 dan berpotensi memunculkan 7 juta kehamilan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya