Rabu 12 Agustus 2020, 02:05 WIB

Donald Trump Dievakuasi saat Konferensi Pers

Donald Trump Dievakuasi saat Konferensi Pers

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan ruangan di tengah konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, AS

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump sempat dievakuasi di tengah konferensi pers pada Senin (10/8). Evakuasi yang berlangsung cepat itu disebabkan terjadinya penembakan di luar pagar Gedung Putih oleh pasukan Dinas Rahasia (Secret Service) AS dan melukai se seorang, yang tampaknya juga bersenjata.

Dikutip AFP, ketika Presiden Trump berbicara kepada wartawan di ruang taklimat Gedung Putih, seorang pengawal Dinas Rahasia tiba-tiba menyela, berkata dengan suara pelan, “Pak, bisakah Anda ikut dengan saya?” Trump dan anggota staf pergi.

Pintu ruang taklimat kemudian dikunci dan masih dipenuhi wartawan. Di luar, agen Dinas Rahasia berpakaian hitam dengan senapan otomatis terlihat bergegas melintasi halaman dan mengambil posisi di belakang pepohonan. 

Menurut Fox News, tim kamera mereka berada di luar dan terdengar dua tembakan. Beberapa menit kemudian, Trump muncul kembali di konferensi pers dan mengumumkan seseorang telah ditembak Dinas Rahasia di luar halaman Gedung Putih.

“Penegak hukum menembak seseorang, sepertinya tersangka. Tersangka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,” katanya.

Dinas Rahasia, seperti biasanya, hanya memberikan konfi rmasi singkat bahwa ada seorang petugas yang terlibat penembakan di 17th Street dan Pennsylvania Ave. Itu satu blok dari Gedung Putih. 

“Saya merasa sangat aman dengan pengawalan agen rahasia. Mereka orangorang hebat. Mereka yang terbaik dari yang terbaik. Mereka sangat terlatih,” kata Trump di hadapan media.

“Mereka hanya ingin saya menyelamatkan diri sebentar untuk memastikan semuanya terkendali di luar (Gedung Putih),” kata Trump.

Akibat kejadian itu, sebagian jalan di sekitar Gedung Putih telah diblokade dan sejumlah polisi berkumpul di sudut lokasi. Setelah mengajukan pertanyaan tentang insiden di luar Gedung Putih, Trump kembali ke pernyataan tertulisnya tentang tanggapan ekonomi negara terhadap pandemi virus korona, mempromosikan apa yang dia katakan sebagai pencapaian pemerintahannya, dan menggunakan platform untuk pesan politik memperingatkan bahwa jika calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memenangi pemilihan pada November, Iran, Tiongkok, dan Korea Utara akan ‘memiliki negara ini’.

Trump telah menghadapi kritik luas karena kurangnya kepemimpinan federal selama pandemi. Lebih dari 163 ribu orang telah meninggal karena penyakit terkait dengan covid-19 dan sejauh ini lebih dari 5 juta kasus virus korona telah dikonfi rmasikan di AS. (AFP/The Guardian/Van/I-1)
 

Baca Juga

AFP/FETHI BELAID

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 30 September 2020, 01:48 WIB
Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas...
AFP

Pertempuran Nagorno-Karabakh masih Membara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 30 September 2020, 01:45 WIB
PERTEMPURAN sengit yang meletus, Minggu (27/9), antara pasukan militer Azerbaijan dan Armenia atas wilayah...
AFP

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 01:15 WIB
JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya