Selasa 11 Agustus 2020, 16:29 WIB

Masyarakat Diajak Terapkan Kebiasaan Baru Lewat Gerakan 31 Hari

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Masyarakat Diajak Terapkan Kebiasaan Baru Lewat Gerakan 31 Hari

Antara/M Agung Rajasa
Petugas membersihkan area fasilitas kebugaran, yang menyediakan hand sanitizer.

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membentuk Relawan Covid-19 Nasional (RECON) yang beranggotakan 15 ribu mahasiswa. Untuk memaksimalkan dampak RECON bagi masyarakat, Kemendikbud meluncurkan Gerakan 31 Hari Tantangan Siap Adaptasi.

Berlangsung pada 1-31 Agustus 2020, gerakan ini fokus pada komunikasi, informasi dan edukasi terhadap masyarakat. Khususnya, terkait aksi preventif dan promotif dengan adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.693 dan Sembuh 1.474 Orang

“Gerakan ini fokus pada pengakaran promotif dan preventif. Ini untuk menggerakkan adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat. Terutama menyampaikan pesan bahwa harus pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud, Aries Junaedi, dalam diskusi virtual, Selasa (11/8).

Aries menyebut program ini disusun dan terjadwal dengan baik. Dia berharap program ini dapat mengedukasi masyarakat secara maksimal. Kemudian, pada akhirnya menekan laju penyebaran covid-19.

Koordinator Gerakan Siap Adaptasi RECON, Hashfi Khairuddin, mengungkapkan, para relawan mendapat respons yang beragam dari masyarakat. Ada masyarakat yang memberikan respons positif terhadap kegiatan relawan. Namun, tidak sedikit yang enggan menjalankan adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga: Presiden Saksikan Penyuntikan Perdana Uji Klinis Vaksin Covid-19

“Memang ada yang sulit untuk menerima. Masih menganggap covid-19 ini sebuah konspirasi, atau menganggap covid-19 sebuah hal yang tidak benar. Jadi, ini menjadi tantangan tersendiri bagi relawan,” pungkas Hashfi.

Namun, Hashfi optimistis melalui Gerakan 31 Hari Tantangan Siap Adaptasi, semakin banyak masyarakat yang bersedia menerapkan kebiasaan baru untuk mencegah penularan covid-19.

Selain melakukan edukasi di lapangan, seperti mendatangi kantor, tempat kebugaran, pasar hingga pertokoan, para relawan juga memanfaatkan jejaring media sosial. Tujuannya, menggencarkan komunikasi, informasi dan edukasi terkait covid-19.(OL-11)

 

 

Baca Juga

MI/Sumaryanto

Nadine Chandrawinata Cara Sederhana Atasi Perubahan Iklim

👤MI 🕔Kamis 24 September 2020, 04:10 WIB
KAUM muda berperan penting memulai aksi mengendalikan perubahan iklim dan mengurangi karbon dengan tindakan...
AFP

BTS Bersama Hadapi Pandemi Ajak Lanjutkan Hidup

👤MI 🕔Kamis 24 September 2020, 03:50 WIB
GRUP K-pop boyband asal Korea Selatan, BTS, kembali didapuk untuk berbicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa...
MI/Sumaryanto

Sarah Sechan Yang Paling Dikangeni

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 24 September 2020, 03:25 WIB
BERSAMAAN dengan datangnya gelombang covid-19 di Asia, hidup presenter Sarah Sechan, 46, juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya