Selasa 11 Agustus 2020, 09:26 WIB

Fraksi NasDem Gunakan Hak Angket Penanganan Covid-19 di Jepara

Akhmad Safuan | Nusantara
Fraksi NasDem Gunakan Hak Angket Penanganan Covid-19 di Jepara

ANTARA
Petugas kesehatan melakukan swab test covid-19

 

PENANGANAN covid-19 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dianggap tidak maksimal dan compang-camping. Data dari Dinas Kesehatan Jepara menyebutkan akumulasi total kasus covid-19 mencapai 1.287 orang. Sebanyak 126 orang isolasi mandiri, 85 orang dirawat di rumah sakit, dan 81 orang meninggal. Covid-19 menyebabkan Ketua DPRD Jepara Imam Zuhdi Gozali meninggal dunia. 

Melihat kondisi ini Fraksi Nasdem di DPRD Jepara menginisiatori hak angket penangananan covid-19. Usukan hak angket ini juga didukung oleh fraksi lain dan masih menunggu kesepakatan waktu penyerahan surat permohonan ke Pimpinan DPRD Jepara.

Anggota DPRD Jepara dari Nasdem Nur Hidayat mengatakan para anggota dewan di DPRD Jepara telah melakukan komunikasi politik intensif dan sudah ada kesepakatan untuk melakukan hak angket.

"Sejumlah fraksi di DPRD Jepara membahas isu-isu strategis terkait dengan penanganan covid-19. Kemudian ada kesepahaman bahwa bahwa ada persoalan serius di dalam penanganan covid-19. Maka kami sepakat untuk menyampaikan hak angket," kata Nur Hidayat, Selasa (11/8).

Sesuai ketentuan permohonan hak angket ini harus mendapat dukungan sedikitnya 7 anggota dewan. Hal ini sudah terpenuhi karena anggota Fraksi NasDem di DPRD Jepara ada 7 orang dan seluruhnya sudah menandatangani.

Beberapa hal yang akan masuk dalam hak angket adalah pengelolaan anggaran yang tidak transparan dan tidak ada rencana operasional yang dibakukan dalam penanganan covid-19. Kemudian tidak jelasnya pembagian tugas baik tindakan preventif, kuratif dan promotf hingga distribusi jaring pengaman sosial. Kurang optimalnya penanganan pasien covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri.

baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Jepara Beri Sinyal Kondisi Parah

"Akibat dari penanganan yang tidak jelas peningkatan kasus-kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Jepara cukup signifikan. Dan dalam beberapa pekan terakhir Jepara sudah masuk dalam zona merah beresiko tinggi dengan rate positif  berada di atas 20 persen. Hak Angket merupakan hak kontitusional yang dimiliki oleh DPRD Jepara, kami akan digunakan untuk melindungi kepentingan masyarakat," imbuhnya. (OL-3)


 

Baca Juga

Antara/Iwan Adisaputra

Legislator : Trans Papua tak Boleh Mangkrak

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 29 September 2020, 01:18 WIB
"Presiden meyakini program pembangunan infrastruktur, terutama di Papua, akan dapat meningkatkan mobilitas, mengangkat ekonomi lokal,...
Dok. Pribadi

Potensi Perkebunan Kopi di teluk Bintuni Mulai Dilirik

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 29 September 2020, 01:10 WIB
Teluk Bintuni menyimpan potensi perkebunan yang luar biasa. Kabupaten ini memiliki luas 20.841...
Mi/Supardji Rasban

Wakil Ketua DPRD Tegal Jadi Tersangka Pelanggar Protokol Kesehatan

👤Supardji Rasban 🕔Senin 28 September 2020, 23:20 WIB
Rita menyebut, Wasmad ditetapkan sebagai tersangka karena menggelar hajatan pernikahan dan khitanan dengan mengundang tamu serta menggelar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya