Selasa 11 Agustus 2020, 07:50 WIB

Menag Kecam Intoleransi di Solo

Siswantini Suryandari | Humaniora
Menag Kecam Intoleransi di Solo

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Agama Fachrul Razi

 

KASUS kekerasan dan intoleransi kembali terjadi di Indonesia, Sabtu (8/8) malam. Ratusan warga menyerang kediaman almarhum Segaf Al-Jufri yang sedang menggelar acara Midodareni, tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Jawa untuk mempersiapkan hari pernikahan. Terjadi perusakan dalam peristiwa tersebut hingga ada korban luka yang harus menjalani perawatan medis.

Menteri Agama Fachrul Razi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan warga. Menurutnya, bentuk kekerasan dan intolerasni seperti itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun. 

"Saya mengecam intoleransi yang terjadi di Solo. Saya minta jajaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk lebih mengintensifkan dialog dengan melibatkan tokoh agama dan aparat sehingga tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama tidak terjadi," tegas Menag dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/08).

"Dalam situasi apapun, kita harus dapat menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahamatan lil'alamiin, penebar perdamaian, di manapun dan kapan pun," sambungnya.

Pesan yang sama disampaikan Menag kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia. Menag minta dialog antar tokoh agama dan berbagai lapisan masyarakat, termasuk aparat harus terus diintensifkan agar terbangun kesadaran bersama untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama. Apalagi, Kementerian Agama tengah menggencarkan pengarusutamaan moderasi beragama.

"Pusat Kerukunan Umat Beragama dan FKUB di Kabupaten/Kota agar dapat mengambil inisiatif untuk memfasilitasi proses dialog antar pihak dalam menyikapi setiap dinamika kehidupan dan kerukunan, sehingga tidak terjadi anarkisme," jelas Menag.

baca juga: Umat Muslim Diminta tidak Percaya Covid-19 adalah Konspirasi

"Indonesia adalah negara majemuk. Semua pihak harus saling menghormati. Karenanya, tidak ada tempat bagi intoleransi di negara ini," sambungnya.

Menag berharap aparatur dapat menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan koridor hukum. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai undang-undang yang berlaku. (OL-3)


 

Baca Juga

MI/DEDE SUSANTI

ITB Sabet Dua Gelar Lomba Esai Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 18:28 WIB
Mereka adalah TB Aditia Rizki sebagai juara 1 dan Kamilah Nurdini Tarwana (juara...
Antara

Lagi, Orangutan Lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho

👤Hendra Saputra 🕔Selasa 29 September 2020, 17:35 WIB
TIM Post Release Monitoring (PRM) di Pusat Reintroduksi Orangutan, di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar menemukan satu induk...
ANTARA/ 	BUDI CANDRA SETYA

Kekerasan pada Anak Sebagian Besar Dilakukan Orang Tua

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 29 September 2020, 17:00 WIB
Berdasarkan data prevalensi kekerasan terhadap anak pada 2018, sebanyak 61,7% anak laki-laki dan 62% anak perempuan mengalami...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya