Selasa 11 Agustus 2020, 02:10 WIB

Dunia Internasional Bantu Libanon dan Tuntut Transparansi

Dunia Internasional Bantu Libanon dan Tuntut Transparansi

AFP
Reruntuhan bangunan akibat ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, Libanon

 

KONFERENSI donor darurat untuk Libanon telah berkomitmen memberikan bantuan kemanusiaan sebesar US$300 juta. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan komitmen tersebut tidak akan tergantung pada reformasi politik Libanon atau kelembagaan tertentu. Sekitar 36 negara dan lembaga internasional berpartisipasi dalam konferensi donor virtual, pada Minggu (9/8), yang menjanjikan bantuan kemanusiaan untuk Libanon mencapai hampir US$300 juta.

Konferensi yang diadakan di bawah naungan PBB atas dukungan Prancis itu dihadiri Presiden AS Donald Trump, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi beserta pejabat lainnya.

Dikutip Al-Jazeera, bantuan tersebut akan disalurkan melalui PBB, organisasi internasional, dan LSM, bukan melalui pemerintah Libanon. Hal itu sejalan dengan tuntutan sebagian besar masyarakat Libanon yang khawatir dana tersebut akan hilang karena korupsi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bantuan itu akan diawasi secara ketat oleh PBB. Mereka juga mendukung penyelidikan internasional yang kredibel dan independen atas penyebab bencana di pelabuhan Beirut tersebut.

“Ini ialah permintaan yang kuat dan sah dari rakyat Libanon. Ini masalah kepercayaan dan sarana yang tersedia juga harus dimobilisasi,” kata Macron.

“Kita harus melakukan semuanya bersama-sama agar kekerasan maupun kekacauan tidak menang.”

Konferensi itu diadakan ketika pengunjuk rasa yang marah turun ke jalan-jalan di Beirut untuk hari kedua berturut-turut pada Minggu. Mereka menuntut pemerintah untuk mundur lantaran dinilai gagal memperbaiki ekonomi dan maraknya korupsi, serta diperparah dengan ledakan
dahsyat di pelabuhan.

Bentrokan dengan pasukan keamanan tak dapat dihindari setelah aksi tersebut mulai anarki dan polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang. Palang Merah Libanon dan Korps Darurat dan Bantuan Islam mengatakan 728 orang terluka pada protes
besar hari Sabtu. 

Pasukan keamanan menggunakan gas air mata, peluru karet, dan dalam sejumlah kasus, menggunakan peluru senapan yang berisi pelet logam untuk membubarkan massa. (AlJazeera/France24/Van/I-1)

Baca Juga

Ist

Di Forum PBB, Gus Yahya : Tak Ada Lagi Dunia Islam Lawan Barat 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 17:53 WIB
KH Yahya Cholil Staquf mengatakan tidak boleh lagi ada persepsi persaingan, apalagi permusuhan, antara dunia Islam melawan dunia Barat atau...
Ilustrasi

Kisah Parti, TKI yang Menangi Gugatan Konglomerat Singapura

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 24 September 2020, 16:07 WIB
"Saya memaafkan majikan saya. Saya hanya ingin memberi tahu mereka untuk tidak melakukan hal yang sama kepada pekerja...
AFP

Korut Tembak Mati Warga Korsel di Perbatasan

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 24 September 2020, 15:38 WIB
Otoritas Korea Selatan menuntut pertanggungjawaban Korea Utara atas insiden tersebut. Diketahui, Korea Utara memerintahkan tembak mati...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya