Selasa 11 Agustus 2020, 01:45 WIB

196 Dokter di India Meninggal karena Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
196 Dokter di India Meninggal karena Covid-19

AFP
Tenaga medis mengenakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel swab untuk pengujian covid-19 di New Delhi, India

 

SEBANYAK 196 dokter di India, sebagian besar dari mereka ialah dokter umum, telah meninggal akibat terinfeksi covid19 sejauh ini, kata Asosiasi Medis India (IMA). Mereka meminta perhatian perdana menteri tentang masalah ini.

“Sesuai dengan data terbaru yang dikumpulkan IMA, negara kita telah kehilangan 196 dokter, 170 di antaranya berusia di atas 50 tahun, dengan dokter umum menyumbangkan sekitar 40% dari angka itu,” kata IMA, Sabtu.

Mereka mengungkapkan keprihatinannya atas keselamatan dokter yang kehilangan nyawa dalam perang melawan krisis covid-19. Sementara itu, semakin banyak dokter yang terinfeksi dan kehilangan nyawa mereka setiap hari, banyak dari mereka yang diketahui ialah dokter umum.

Sebagian besar penduduk berkonsultasi dengan dokter umum karena demam dan gejala terkait, mereka tetap menjadi titik kontak dan perawatan pertama, kata IMA. Dalam surat kepada Perdana Menteri Narendra Modi, IMA meminta untuk memastikan perawatan yang memadai bagi para dokter dan keluarga mereka yang merupakan kelompok risiko khusus. 

Mereka juga meminta supaya pemerintah memperluas fasilitas asuransi kesehatan dan jiwa yang disponsori negara kepada para dokter di semua sektor.


Hari paling mematikan

Australia mencatat hari paling mematikan dalam pandemi covid-19 di tengah gelombang kedua infeksi di Melbourne.

Sebanyak 19 kematian dilaporkan di Victoria tempat Melbourne ialah ibu kotanya--pada Senin (10/8). Victoria sekarang telah mengalami sekitar dua pertiga dari total 314 kematian di Australia dan sekitar 21.400 infeksi.

Penguncian kedua Melbourne dimulai lebih dari sebulan yang lalu, tetapi penduduk telah tunduk pada aturan jam malam dan persyaratan yang lebih ketat sejak 3 Agustus. Pekerja harus membawa izin untuk bisa meninggalkan rumah, dan semua bisnis yang tidak penting telah ditutup. Memakai masker di depan umum juga wajib.

Victoria melaporkan 322 kasus baru pada Senin (10/8), turun dari 725 kasus yang tercatat lima hari lalu. Negara bagian lain melaporkan sedikit atau tidak ada kasus.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah negara bagian itu berada pada titik balik. “Namun, kami pasti melihat beberapa stabilitas yang lebih besar menyusul langkah-langkah yang lebih ketat,” ujarnya.

Sebagian besar kematian dikaitkan dengan wabah di hampir 100 panti jompo di negara bagian itu. Setidaknya 19,7 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis terjangkit covid-19 dan lebih dari 729 ribu telah meninggal. Lebih dari 12 juta telah pulih. (Times of India/Al Jazeera/BBC/I-1)

Baca Juga

AFP/Fabrice COFFRINI

Gelaran Pesta Marak di Swiss, 2.500 Mahasiswa Dikarantina

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 24 September 2020, 06:05 WIB
Otoritas regional juga melarang pertemuan lebih dari 100 orang dan mewajibkan memakai masker di semua ruang...
AFP/Mohd RASFAN

Inilah Dampak Politik Malaysia Setelah Klaim Anwar

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 24 September 2020, 05:52 WIB
Klaim Anwar Ibrahim untuk membentuk pemerintahan baru di Malaysia. Namun pengamat politik Malaysia meragukan karena membentuk pemerintahan...
AFP/MEHDI FEDOUACH

Prancis Umumkan Penutupan Tempat Hiburan dan Sektor Bisnis Lainnya

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 24 September 2020, 05:46 WIB
Pemerintah memberi rekomendasi kepada otoritas lokal sesuai kode warna baru negara, yakni merah, super-merah, dan area merah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya