Senin 10 Agustus 2020, 21:38 WIB

Dongkrak Jagung, Kementan Optimalkan Lahan di Bawah Pohon Kelapa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dongkrak Jagung, Kementan Optimalkan Lahan di Bawah Pohon Kelapa

DOK KEMENTAN
Jagung di antara tegakan pohon kelapa.

 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan berbagai potensi guna meningkatkan produksi pangan dan memasok kebutuhan pakan ternak di tengah pandemi Covid-19. Kali ini, optimalisasi lahan kosong di bawah naungan tegakan pohon kelapa, salah satunya dilakukan di Kabulaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyalurkan bantuan bantuan benih jagung kegiatan Demonstrasi Farm (Demfarm) budidaya jagung toleran naungan di bawah kelapa di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) varietas JH 37 seluas 6 hektare.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi menyatakan tujuan kegiatan demfarm ini yakni agar dapat mengoptimalkan lahan kosong di bawah pohon kelapa. Ini juga bertujuan sekaligus meningkatkan pendapatan petani terlebih saat pandemi korona dan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di wilayah Kalimantan Barat yang selama ini hampir 70%  masih didatangkan dari luar Provinsi Kalbar.

Baca Juga: Kementan: Tidak Benar Stok Beras Menipis

"Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa pemanfaatan lahan di bawah naungan tegakan kelapa perlu digalakkan agar pendapatan petani dapat meningkat di samping upaya itu dapat digunakan sebagai pendapatan tambahan, sebelum tanaman pokok dapat menghasilkan," demikian ujar Takdir saat meninjau lahan jagung di bawah tegakan kelapa dan sekaligus memberikan bantuan benih jagung di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Senin (10/8/2020).

Ia berharap bantuan benih jagung hibrida varietas JH 37 mampu beradaptasi di Mempawah. Diketahui, varietas ini berpotensi hasil mencapai 12,5 ton per ha dan sangat tahan terhadap bulai peronosclerospora philippinensis.

"Varietas ini juga tahan terhadap karat daun dan hawar daun, agak toleran kekeringan dan nitrogen rendah," jelas Takdir.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mampawah, Irma Suryaningsih sangat mengapresiasi program Kementan dalam meningkatkan produksi jagung. Di mana petani di Mempawah mendapat perhatian dari Kementan sehingga siap mendukung kegiatan ini karena berpeluang meningkatkan pendapatan petani di sekitarnya.

Baca Juga: Kementan Gerakkan Pasar Mitra Tani Jaga Ketersediaan Pangan

“Sebagian besar lahan di Mempawah merupakan lahan kering marginal dengan kandungan unsur hara yang relatif rendah,dengan memanfaatkan lahan di bawah tegakan kelapa, maka semakin banyak peluang kita untuk mencukupi produksi pangan,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalbar, Akhmad Musyafak menjelaskan tanaman di bawah tegakan akan mampu memberikan hasil baik apabila cara budidayanya diatur jarak tanam yang tepat, karena tanaman jagung butuh sinar matahari penuh, jarak tanam optimal bisa menggunakan jarak tanam 80 cmx40 cm atau 90 cmx40 cm.

"Banyak tanaman yang dapat dibudidayakan secara tumpangsari di bawah tegakan kelapa yang dapat memberikan hasil yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan hasil produktivitas, perlu adanya berbagai komponen teknologi yang saling menunjang atau bersifat sinergis. Teknologi budidaya ini harus dikuasai oleh petani selaku pelaku utama budidaya," terangnya.

Baca Juga: Kementan dan Kementerian Lain Kembangkan Food Estate di Kalteng

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menegaskan pemanfataan lahan merupakan salah satu program terobosan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan produksi pangan guna mencukupi kebutuhan dalam negeri dan bahkan ekspor. Ia menambahkan bahwa yang perlu diperhatikan dalam optimalisasi lahan marginal di bawah naungan di antaranya teknologi budidaya yang tepat seperti penggunaan benih bermutu varietas unggul, pengaturan pola tanam, pemupukan dan jarak tanam.

"Benih bermutu varietas unggul memiliki peranan yang besar dalam peningkatan produktivitas seperti tahan hama dan penyakit serta toleran kekeringan," ungkap Suwandi. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

PTPN Targetkan 2 Juta Ton Gula Konsumsi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:47 WIB
Luas areal tanam yang harus ditambah mencapai 300.000 hekare dengan produktivitas tebu 7 ton per...
Ist/posindonesia.com

Survive di Pandemi, Ini Terobosan Pos Indonesia Lewati Masa Sulit

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:30 WIB
os Indonesia bergerak cepat membuat berbagai terobosan, berinovasi pada lini jasa kiriman, yaitu meluncurkan Aplikasi...
MI/Dwi Apriani

Delapan Kontrak Gas masih Mahal akibat Toll Fee

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:22 WIB
Penurunan harga gas menjadi US$6 per MMBTU menghasilkan penghematan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya