Senin 10 Agustus 2020, 18:22 WIB

Sidang Tahunan MPR, Perbaikan Sektor Ekonomi Jadi Isu Utama

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Sidang Tahunan MPR, Perbaikan Sektor Ekonomi Jadi Isu Utama

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Kompleks Parlemen MPR, DPR dan DPD RI, Senayan, Jakarta.

 

JELANG pelaksanaan Sidang Tahunan MPR, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan segera bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kesiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR yang tahun ini dilakukan berbeda karena adanya pandemi corona. Pertemuan Bamsoet dan Jokowi akan dijadwalkan pada Rabu (12/8) mendatang.

"Untuk mematangkan persiapan protokolernya, apa yang menjadi harapan dari masyarakat yang presiden perlu sampaikan," tutur Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (10/8).

Semakin bertambahnya jumlah pasien covid-19 baru di Indonesia membuat pelaksanaan Sidang Tahunan MPR harus betul-betul dilakukan sesuai dengan standar protokol keamanan dan kesehatan pencegahan penularan covid-19. Fadel juga menjelaskan bahwa dalam Sidang Tahunan MPR yang akan dilakukan pada 14 Agustu mendatang, MPR dan presiden akan banyak membahas dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

"Menurut pengamatan kami semakin hari semakin memburuk trennya. Daya beli masyarakat semakin berkurang. Demand itu hampir tidak ada. Hotel-hotel baru sedikit yang buka. Orang berpergian naik pesawat juga sangat rendah dan semua dalam keadaan ekstra hati-hati," ungkap Fadel.

Fadel juga menjelaskan, sebelumnya MPR telah bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor membahas solusi perekonomian di Tanah Air. MPR telah mendesak presiden untuk segera melakukan injeksi dana kepada perbankan dengan tujuan menstimulus pasar.

Kalau boleh ada injeksi kepada perbankan, maka diturunkan baru 30 triliun, 10 triliun kepada Bank Mandiri, 10 triliun kepada BRI, 5 triliun kepada BTN dan 5 lagi kepada BNI," jelasnya.

Dengan bantuan dana tersebut, Fadel menjelaskan bahwa setiap bank mampu melakukan restrukturisasi dana para nasabah yang bermasalah karena covid. MPR juga telah meminta kepada presiden untuk memperhatikan keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mayoritas sedang sulit menjalankan usaha mereka.

"Karena mereka mau menyelesaikan hutang-hutang di bank juga sulit. Mereka tetap masih belum dapat perlakuan yang kami mintakan, yaitu bunga bank yang rendah," terang Fadel.

Saran yang sama juga berlaku bagi sektor koperasi. Menurut Fadel saat ini tidak sedikit kopreasi khususnya koperasi simpan pinjam yang mengeluh sulit menarik dana dari para peminjam dana.

"Lebih parah lagi adalah financial company, perusahaan finance, itu banyak sekali hari ini yang terima uang dari orang. Mereka mengajukan pailit tapi tidak bisa, jadi mereka juga mau mengembalikan uang kepada masyarakat juga sulit," paparnya. (OL-4)

Baca Juga

Indriyani Astuti

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Terburuk

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 29 September 2020, 18:22 WIB
Kemungkinan pelanggaran HAM berat bisa terjadi kalau pilkada dalam pandemi terus dipaksakan. Ini menjadi catatan penting bagi...
MI/Adam Dwi

KPK Limpahkan Berkas Kasus Nurhadi dan Menantunya

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 29 September 2020, 18:15 WIB
KPK melimpahkan berkas perkara ke JPU untuk kasus sugaan suap dan gratifikasi mantan seketaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya...
Dok Kemenko Polhukam

Mahfud: Belum Ada Kepastian Menangani Penyebaran Paham Radikalisme

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 29 September 2020, 18:00 WIB
Mahfud mengajak semua pihak mendukung upaya-upaya mewujudkan stabilitas keamanan dan penegakan hukum guna mendukung pembangunan Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya