Senin 10 Agustus 2020, 15:37 WIB

Hakteknas 2020, Ini 4 Prioritas Riset Nasional Kemenristek

Ihfa Firdausya | Humaniora
Hakteknas 2020, Ini 4 Prioritas Riset Nasional Kemenristek

ANTARA
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro.

 

HARI Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) diperingati setiap 10 Agustus. Pada 2020 ini, Hakteknas menginjak peringatan ke-25 atau seperempat abad.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum penguatan kolaborasi tiga pihak (triple helix) dalam mewujudkan kemandirian nasional dan menjadikan inovasi sebagai solusi berbagai persoalan bangsa.

Baca juga: Hari Konservasi Alam Nasional, Menteri Siti Ingatkan Tiga Hal

“HAKTEKNAS tahun 2020 ini fokus menampilkan kontribusi keunggulan riset dan inovasi kita untuk kemandirian bangsa Indonesia. Menjadi tekad kita semua untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera. Mari sukseskan transformasi Indonesia dari negara berbasis sumber daya alam menjadi negara berbasis inovasi,” ungkap Menristek/Kepala BRIN dalam acara Peringatan HAKTEKNAS ke-25 yang diselenggarakan dalam bentuk tatap muka terbatas di Auditorium Gedung BJ Habibie, Kemenristek/BRIN, Jakarta, Senin (10/8).

Setelah meluncurkan produk-produk inovasi penanganan Covid-19, Kemenristek/BRIN bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya agar produk-produk inovasi mampu menjadi solusi berbagai masalah di masyarakat.

Produk-produk hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) pun terus didorong agar sampai ke tahapan komersialisasi. Dengan itu, produk-produk tersebut dapat diproduksi secara massal oleh industri/UMKM.

Oleh karena itu, kata Menristek, penguatan kolaborasi antara sisi pelaku litbangjirap dengan pelaku usaha terus diperkuat.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk terus memperkuat program hilirisasi hasil-hasil riset. Sehingga akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat atas produk inovasi dalam negeri hasil riset dan rekayasa anak bangsa,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Bambang menjelaskan, terdapat 4 dari 49 Prioritas Riset Nasional yang telah dikembangkan oleh Kemenristek/BRIN dan dalam proses masuk kedalam Proyek Strategis Nasional. Di antaranya Katalis Merah Putih, Garam Industri Terintegrasi, PUNA MALE Kombatan, dan Pesawat N219A.

Sebagai upaya mendukung Kemandirian Energi Nasional, Katalis Merah-Putih merupakan teknologi untuk mengolah minyak sawit menjadi bensin, solar, maupun avtur untuk mengurangi impor BBM. Kandungan bahan bakar fosil dapat digantikan oleh biohidrokarbon 100% dari minyak sawit dengan Katalis Merah Putih.

"Dengan keberhasilan ini, Indonesia sudah bisa dan mampu bila ingin meningkatkan produksinya dari B30 menjadi B30D10 atau bahkan B30D20," kata Bambang.

Selanjutnya, sebagai upaya Swasembada Garam Nasional 2021 (substitusi impor garam industri dan bahan baku obat), saat ini sudah dilakukan trial production pilot plant pabrik garam industri terintegrasi di Manyar, Gresik. Dengan kapasitas 40 ribu ton/tahun, ia menghasilkan garam industri dengan harga 2-4 kali lipat lebih tinggi dari garam krosok yang murah.

Pabrik ini sudah menerapkan Internet of Things dan direncanakan akan diresmikan pada September 2020. Pabrik Garam industri ini akan terintegrasi dengan pabrik pengolahan hasil samping produksi dan limbah cair penggaraman dengan kapasitas 10 ribu liter per tahun sehingga dapat menghasilkan produk bahan baku obat/farmasi dan minuman isotonik.

Berikutnya adalah Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam. PUNA berkemampuan terbang selama 24 jam dengan dilengkapi senjata hasil produksi PT. Dirgantara Indonesia.

Pesawat ini berfungsi dalam sistem pertahanan maritim, sebagai: penginderaan, pemantauan, pengawasan, pengintaian dan intelijen (P4I), serta penindakan terhadap ancaman maritim. Saat ini, PUNA MALE Elang Hitam sedang dalam proses memperoleh Sertifikat Tipe dari Indonesia Military Airworthiness Authority (IMAA).

Untuk mendukung program Tol Laut, Kemenristek/BRIN juga mengembangkan pesawat angkut berjenis Amphibi N219A dengan teknologi composite (smart, light, and green technology). Pesawat N219A memiliki komponen desain bentuk float yang optimum untuk perairan di Indonesia.

Pesawat ini difungsikan untuk berbagai keperluan, seperti: pesawat penumpang, kargo, charter industri lepas pantai, SAR dan bencana, hingga pelayanan kesehatan (ambulans udara).

Peringatan Hakteknas tahun ini ditandai pula dengan sejumlah peluncuran program kolaboratif. Di antaranya program 100 Desa Berinovasi yang merupakan kolaborasi antara Kemenristek/BRIN dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Selain itu, ada juga peluncuran katalog/website e-katalog produk inovasi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence).

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang hadir hadir secara virtual melalui telekonferensi memberikan arahan sekaligus meluncurkan HAKTEKNAS ke-25.

Wapres berpesan agar litbangjirap menjadi arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa dengan meningkatkan inovasi dalam negeri, membeli dan bangga produk Indonesia. Aktivitas-aktivitas litbangjirap juga diharapkan menggunakan kandungan lokal.

“Litbangjirap hendaknya menjadi arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa. Misalnya kita tingkatkan inovasi dalam negeri, membeli dan bangga produk Indonesia, khususnya yang berasal dari inovasi. Litbangjirap menjadi komponen utama perhitungan TKDN, inovasi dan kreativitas masuk dalam perhitungan TKDN,“ pesan Wapres RI.

Kunci penting kesuksesan, katanya, adalah terus meningkatkan dan mengintensifkan kolaborasi lembaga litbangjirap. Selain itu adalah peningkatan kolaborasi antarlembaga litbang pemerintah pusat, pemerintah daerah, litbang swasta, dan litbang masyarakat lainnya.

"Khususnya untuk kerja sama peneliti (dosen/mahasiswa) di perguruan tinggi dengan lembaga litbang Kementerian/Lembaga. Koordinasi Kemenristek/BRIN yang selama ini mulai berjalan baik dan memperlihatkan hasil harus terus ditingkatkan dengan pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna sesuai potensi daerah disertai dengan peningkatan anggaran litbang dari berbagai sumber,” ungkap Wapres RI.

Belajar dari pandemi covid-19 saat ini, Wapres berharap Kemenristek/BRIN bersama kementerian, lembaga litbang dan unit litbang lainnya berfokus ke depan untuk kesiapan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai pandemi dan penyakit-penyakit tropis lainnya. (OL-6)

Baca Juga

AFP

Miley Cyrus Mengaku Pernah Melihat UFO

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 03:15 WIB
MUSIKUS asal Amerika Serikat, Miley Cyrus, barubaru ini membagikan pengalamannya yang tak...
Instagram @TIARAANDINI

Tiara Andini Masuk Nominasi Peraih AMI Awards

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:50 WIB
SATU hal yang tak disangka-sangka oleh Tiara Andini, 19, masuk sebagai salah satu nomine di AMI Awards...
ANTARA

Dewa Budjana Tidak Terhalang Pandemi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:30 WIB
GITARIS Dewa Budjana, 57, merilis lagu terbaru berjudul Kmalasana dari album Naurora yang akan ia luncurkan tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya