Senin 10 Agustus 2020, 15:10 WIB

Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Blora ,Tinggi

Akhmad Safuan | Nusantara
Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Blora ,Tinggi

Ilustrasi
Bayi

 

ANGKA Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah hingga saat ini jumlahnya masih tinggi, Bupati Blora Djoko Nugroho minta terus ditekan dan dilakukan langkah penanganan cepat.

‘’Saya minta harus tetap fokus pada AKI, AKB dan stunting, meskipun sedang pandemi covid-19, saya minta pelayanan kesehatan untuk ibu-ibu dan bayi tetap dibuka,’’ kata Bupati Blora Djoko Nugroho Senin (10/8) usai kegiatan ngobrol bareng dengan seluruh elemen di Kantor Setda Blora.

Pelayanan kesehatan ibu dan anak, demikian Djoko Nugroho, baik itu di puskesmas maupun posyandu tetap harus mematuhi protokol kesehatan, karena angka AKI  dan AKB cukup tinggi maka ibu hamil dan ibu menyusui pasca melahirkan harus terus dikawal kondisi kesehatannya.

Begitu juga pencegahan dari hulunya, lanjut Djoko, yakni menekan jumlah angka pernikahan dini agar perempuan yang hamil itu juga siap secara fisik dan mentalnya. Ibarat nandur pelem, nek pelok nom kui ya ra dadi apik (ibarat tanam mangga, kalau bijinya muda ya tanamannya jelek),’’ ujarnya.

Dalam pencegahan pernikahan dini agar tidak terjadi kehamilan yang rawan AKI dan AKB, Bupati Djoko Nugroho meminta Dinas Kesehatan bisa menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk dan KB serta PKK Kabupaten terjun ke desa-desa, demikian rumah sakit milik daerah (RSUD) Blora maupun RSUD Cepu bisa menyediakan kamar isolasi khusus untuk bayi dan ibu melahirkan.

Baca juga : Tim Gabungan di Cianjur mulai Razia Masker

Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto sebelumnta mengatakan kondisi terkini AKI dan AKB di Kabupaten Blora masih cukup tinggi,  AKI di Blora pada tahun 2018 mencapai 13 kasus, 2019 ada 11 kasus dan semester pertama 2020 ada 5 kasus. 

‘’Tahun 2019 Blora berada di peringkat 17 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, ‘ tambahnya.

Sedangkan AKB usia 0-11 bulan di Blora, demikian Lilik Hernanto, pada tahun 2018 mencapai 148 kasus, tahun 2019 ada 129 kasus dan semester pertama 2020 sudah ada 48 kasus, Blora berada pada peringkar 18 dengan 129 kasus diJateng pada tahun 2019 lalu.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Lilik, penyebab AKI diantaranya pendarahan, infeksi, eklamsia, emboli air ketuban, jantung kongestif, jantung coroner, cardiomyopati, dan hepatitis kronis, sedangkan AKB banyak disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia (kadar oksigen dalam tubuh bayi minim), kelainan kongenital, sesak nafas, kelainan organ dalam, hipotermi, hidrocepalus, meningitis dan lainnya.

Di semester pertama 2020 ini, ungkap Lilik, ada 6.283 ibu hamil dengan kondisi usia ibu dibawah 20 tahun sebanyak 229 orang dan ibu hamil di atas usia 35 tahun ada 352 orang.

‘’Terlalu muda ini mungkin karena pernikahan dini dan yang terlalu tua ini juga beresiko,’’ katanya. (OL-2)

 

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Cara Gibran Menyapa Warga

👤WIDJAJADI 🕔Senin 28 September 2020, 05:20 WIB
“GIBRAN datang, Gibran datang.” Teriakan sejumlah warga itu menggema di lingkungan Kampung Dawung Kulon, Kecamatan Serengan,...
BMKG/Tim Riset MI-NRC

Hujan Deras Berpotensi Terjadi Tiga Hari Ini

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 28 September 2020, 05:16 WIB
BMKG mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem dan dampak yang...
Ilustrasi

Sejumlah Pegawai Bank di Sorong, Positif Covid-19

👤Martinus Solo 🕔Minggu 27 September 2020, 22:55 WIB
Sejumlah pegawai perbankan di Sorong positifCovid19 berdasarkan  hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya