Senin 10 Agustus 2020, 12:20 WIB

Anies: Sanksi Progresif dan Penutupan Usaha Menanti Pelanggar PSB

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies: Sanksi Progresif dan Penutupan Usaha Menanti Pelanggar PSB

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Satpol PP menutuo sementara tempat usaha di Kemang Jakarta

 

Denda pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terkumpul sejak Mei hingga kemarin yang dikumpulkan oleh Satpol PP DKI mencapai Rp2,7 miliar.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan hal ini bukan tentang uang. Menurut Anies, pemerintah menerapkan sanksi denda bukan untuk meraup untung di tengah pandemi covid-19 melainkan untuk mendisiplinkan warga dan hal itu dilakukan demi keselamatan warga juga.

Hal itu disampaikan oleh Anies melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (9/8) malam. Diketahui dari unggahan tersebut, Anies melakukan sidak bersama Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin untuk mengetahui kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"DKI Jakarta sudah memiliki peraturan tentang protokol dan sanksinya sejak bulan Mei yang lalu. Hingga kini sudah terkumpul denda pelanggaran sebanyak Rp2,75 miliar. Ini bukan soal pemerintah berikan sanksi buat dapatkan denda. Ini tentang keselamatan, perlindungan kita bersama," lanjutnya.

Selain itu, Anies menegaskan tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berupa denda progresif kepada para pelanggar yang melakukan pelanggaran berulang kali.

Tidak menutup kemungkinan juga sanksi berupa penutupan tempat usaha yang melanggar PSBB.

Baca juga: Ahli Epidemiologi Setuju DKI Terapkan Denda Progresif

"Sanksi denda progresif yang lebih berat akan dikenakan untuk pelanggaran berulang, termasuk penutupan tempat usaha," tegasnya.

Anies menjelaskan di balik semua sanksi itu keselamatan warga adalah yang utama. Dari hasil sidak yang dilakukan bersama jajaran Satpol PP di beberapa kawasan usaha restoran ia mengetahui ada pemilik usaha yang sudah bagus menerapkan protokol kesehatan di tempatnya, ada pula yang melanggar, dan ada yang melanggar berulang.

Ia pun mengapresiasi para pengusaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Tim Satpol PP, sambungnya, telah dan akan terus menerus melakukan pemeriksaan memastikan protokol kesehatan berjalan.

"Terima kasih kepada tempat usaha yang telah menjalankan protokol kesehatan covid-19 selama masa PSBB Transisi. Membatasi 50% kapasitas pengunjung, memastikan pakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter dan membersihkan dengan disinfektan sebelum/sesudah kegiatan," ungkap Anies.

Mari saling menjaga, imbuhnya, dan saling mengingatkan orang di sekitarmu. "Lakukan pembiasaan pola hidup sehat dan aman sesuai protokol covid-19 menuju kegiatan sosial-ekonomi yang produktif," kata Anies. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Wagub Akui Warga DKI Cari Hiburan di Daerah Penyangga

👤Yanti Nainggolan 🕔Rabu 30 September 2020, 09:14 WIB
PSBB jilid II di Jakarta membawa berkah bagi restoran di daerah penyangga. Angka kunjungan restoran di Tangerang Selatan, salah satunya,...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Denda dari Pelanggar PSBB II Rp1,7 Miliar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 30 September 2020, 08:14 WIB
Sebanyak 1.100 tempat usaha ditutup sementara lantaran melanggar protokol...
Antara/Andika Wahyu

Antisipasi Musim Hujan 22 Branwir Disiagakan

👤Put/J-2 🕔Rabu 30 September 2020, 07:21 WIB
Mobil pemadam kebakaran memang kerap menjadi alternatif aparat wilayah untuk mengusir banjir jika unit pompa-pompa baik mobile maupun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya