Senin 10 Agustus 2020, 12:09 WIB

Dishub DKI: Gage tak Bikin Penumpang Angkutan Umum Membludak

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dishub DKI: Gage tak Bikin Penumpang Angkutan Umum Membludak

MI/BARY FATHAHILAH
Kendaraan memasuki kawasan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (2/1).

 

DINAS Perhubungan DKI Jakarta mencatat penerapan ganjil genap pada pekan pertama yakni 3-7 Agustus 2020 lalu tidak membuat penumpang angkutan umum membludak. Jumlah penumpang umum menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo relatif stabil.

Meski ada peningkatan, jumlah peningkatan penumpang angkutan umum dikatakannya masih fluktuatif dan tidak signifikan, sehingga masih bisa ditampung dengan baik oleh angkutan umum dengan tetap menerapkan physical distancing.

Baca juga: Pelanggar Ganjil-Genap di Jaktim Didominasi Mobil Luar DKI

"Ya, meski pada Senin (3/7) itu ada peningkatan tapi masih fluktuatif karena besoknya malah turun sekitar 2%. Lalu, lusa naik lagi berapa persen. Jadi yang kami lihat itu masih fluktuatif dan tidak menunjukkan gelombang perpindahan dari pengendara pribadi ke angkutan umum," kata Syafrin saat dihubungi Senin, (10/8).

Dari data PT Trans-Jakarta, selama hari kerja pada pekan pertama penerapan ganjil genap jumlah penumpang Trans-Jakarta mencapai 1.659.771 atau rata-rata 331.954 orang per hari.

Sementara itu, pada pekan sebelumnya pada saat belum ada pembatasan ganjil genap, jumlah penumpang Trans-Jakarta adalah 1.552.542 orang atau rata-rata 310.508 orang per hari. Kenaikan penumpang terjadi adalah 7%.

Hal sebaliknya terjadi pada penumpang KRL. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat pada pekan sebelumnya 27 – 30 Juli rata-rata pengguna KRL adalah 395.031 penumpang. Sementara pada 3 – 7 Agustus saat ganjil genap sudah diberlakukan, rata-rata pengguna KRL tercatat 390.617 atau turun 1,1%.

Sementara itu, untuk hari ini dalam pengawasan penindakan ganjil genap hari pertama, Dishub DKI Jakarta berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menerjunkan petugas-petugasnya.

Selain itu, pihaknya juga tetap memperkuat layanan angkutan umum di Trans-Jakarta maupun di MRT Jakarta.

Sebelumnya, PT Trans-Jakarta juga telah menambah 155 unit bus tambahan pada pekan lalu saat ganjil genap pertama kali diberlakukan. Syafrin menegaskan bus tambahan ini siap untuk mengangkut penumpang di 10 koridor yang bersinggungan langsung dengan ruas-ruas jalan yang terkena ganjil genap.

"Iya layanan angkutan umum terus kita perkuat. Seperti petugas harus terus memantau agar antrean dapat tetap diberi jarak sesuai protokol kesehatan," tuturnya.(OL-6)

Baca Juga

Antara/Arif Firmansyah

Katulampa Siaga 1, Ini Wilayah di DKI yang Perlu Waspada

👤Hilda Julaika 🕔Senin 21 September 2020, 19:39 WIB
BPBD DKI Jakarta mengimbau sejumlah wilayah agar waspada dengan kenaikan air di Bendung Katulampa. Setidaknya kewaspadaan harus...
Antara

Langganan Banjir di Jakarta Waspada Kiriman Air Bogor

👤Dede Susianti 🕔Senin 21 September 2020, 19:00 WIB
TINGGI air muka (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa naik. Hingga pukul 18.20 wib ketinggian air melampaui dua meter tepatnya 250...
ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama

Gojek Dukung PSBB dengan Geofencing

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 September 2020, 18:21 WIB
Geofencing merupakan teknologi yang menandai sebuah area secara virtual menggunakan jaringan satelit global positioning system (GPS) untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya