Senin 10 Agustus 2020, 04:20 WIB

Sumsel Siagakan Sembilan Helikopter Antisipasi Karhutla

DW/RF/PO/X-3 | Politik dan Hukum
Sumsel Siagakan Sembilan Helikopter Antisipasi Karhutla

menlhk/BPBD Provinsi Babel/Tim Riset MI-NRC
Waspada Karhutla 2020

 

PEMERINTAH provinsi semakin aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka masing-masing.

Selain sudah memastikan sarana dan prasarana hingga peralatan pemadaman karhutla, pemprov juga mengucurkan dana kepada kabupaten dan kota untuk menangani karhutla.

“Kami membantu 10 kabupaten dan kota di Sumatra Selatan (Sumsel) dengan total anggaran Rp45 miliar. Kalau ada kebakaran hutan dan lahan kami, ada api langsung disiram pakai helikopter. Kami sudah siapkan sembilan unit helikopter. Jadi, kami siaga terus,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, kemarin.

Herman melanjutkan pihaknya tidak menginginkan ada titik api yang dibiarkan membara hingga meluas. “Tidak ada yang boleh dibiarkan. Tim di lapangan juga sudah maksimal dalam upaya memadamkan karhutla.”

Danrem 044 Brigjen TNI Jauhari selaku Dansatgas Operasi Karhutbunla Sumsel mengungkapkan di Sumsel luas lahan gambut mencapai 1,3 juta hektare (ha) dan luas lahan perkebunan 2,9 juta ha.

“Mayoritas mata pencaharian masyarakat bertani dan berkebun. Salah satunya dengan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Kami melakukan sosialisasi secara masif untuk mencegah masyarakat membakar lahan,” ujar Jauhari.

Terpisah, Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa mengemukakan sebanyak 61 titik panas atau hotspot yang diduga karhutla terpantau satelit berada di wilayah Babel, kemarin.

“Ke-61 titik panas tersebut baru sebatas dugaan adanya karhutla. Dugaan kami ada hutan atau lahan yang terbakar. Tingkat kepercayaan atau akurasi dari titik panas tersebut mengarah ke benar adanya karhutla, tetapi harus ada pembuktian di lapangan,” ungkap Mikron (lihat
grafik).

Saat ini, Mikron melanjutkan, intensitas titik panas di Babel semakin meningkat seiring datangnya musim kemarau. Oleh karena itu, BPBD harus segera mengantisipasi dengan terus melakukan sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat khususnya petani.

“Intensitas karhutla mulai meningkat. Kami siaga dan waspada saat ini. Sekecil apa pun karhutla harus cepat diatasi agar tidak meluas,” tandas Mikron.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, Elias Lambertus Li- mahelu, mengatakan terdeteksi ada delapan titik panas di wilayah Kecamatan Tabundung, Sumba Timur, kemarin.

Hampir setiap hari, pihaknya melaporkan adanya temuan titik panas di beberapa wilayah di NTT terutama di Pulau Sumba, Alor, Flores, dan Timor.

“Sejumlah kecamatan yang dilaporkan mengalami kekeringan ekstrem ialah wilayah sekitar stasiun Waingapu, Temu atau Kanatang Tanarara, Lambanapu, Rambangaru, dan Kamanggih,” kata Elias. (DW/RF/PO/X-3)

Baca Juga

Antara Foto/M RISYAL HIDAYAT

Revisi UU KPK Diduga jadi Biang Banyaknya Pegawai KPK Resign

👤tri subarkah 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:40 WIB
Dalam periode Januari hingga saat ini saja, sudah ada 31 pegawai yang mengundurkan diri yang 24 di antaranya merupakan pegawai...
MI/ M Irfan

Revisi UU, Perluasan Kewenangan Kejaksaan Dinilai Berlebihan

👤Ant 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:20 WIB
Sejumlah perluasan kewenangan kejaksaan yang diusulkan untuk diatur di dalam revisi UU Kejaksaan, termasuk penyadapan, mendapatkan...
AP Photo/Noah Berger

Kampanye via Medsos, Pengamat Ingatkan Hati-hati Peretasan

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:15 WIB
Potensi peretasan terhadap akun media sosial (medsos) pasangan calon kepala daerah cukup...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya