Senin 10 Agustus 2020, 04:10 WIB

India Mulai Uji Klinis Vaksin Produksi Lokal

Hym/AA/Nikkei/BY/X-3 | Humaniora
India Mulai Uji Klinis Vaksin Produksi Lokal

Medcom.id
Ilustrasi

 

PERUSAHAAN farmasi Zydus Cadila yang berbasis di India telah memulai uji klinis tahap kedua untuk vaksin Zycov-D produksi lokal. Setelah hasil uji klinis tahap pertama dapat ditoleransi, uji tahap kedua vaksin itu rencananya diujicobakan kepada 1.000 orang dewasa sehat.

“Vaksin potensial yang dikembangkan di Vaccine Technology Center di Ahmedabad diujicobakan kepada beberapa jenis hewan dan menghasilkan respons kekebalan yang kuat,” kata juru bicara perusahaan, kemarin.

Drugs Controller General of India pun menyetujui vaksin tersebut diujicobakan kepada manusia pada 3 Juli lalu. Selain Zydus Cadila, Bharat Biotech juga melakukan pengembangan vaksin covid-19.

Terpisah, ketika ilmuwan di seluruh dunia berjuang mengembangkan vaksin virus korona baru (covid-19), profesor Universitas Kyushu, Takahiro Kusakabe, dan timnya justru mengembangkan vaksin unik menggunakan ulat sutra.

Dalam proyeknya, setiap ulat merupakan pabrik yang memproduksi sejenis protein sebagai bahan utama vaksin. Kusakabe mengatakan, membuat vaksin oral dimungkinkan dan ia bertujuan memulai uji klinis kepada manusia pada 2021.

“Kami memiliki sekitar 250 ribu ulat sutra di sekitar 500 filogeni berbeda (garis famili),” ujar Kusakabe di gedung Universitas Kyushu di Fukuoka, Jepang, kemarin.

Di laboratorium universitas, mahasiswa sukarelawan bekerja keras dalam pengembangan vaksin. Tim telah memetakan rencana penelitian untuk mengembangkan vaksin yang efektif.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional terus mendorong akselerasi penanganan kasus pandemi termasuk pengembangan dan kolaborasi produksi vaksin.

“Kini tim peneliti masih terus mengumpulkan relawan untuk uji klinis fase ketiga ini. Warga Bandung Raya yang memenuhi kriteria bisa berpartisipasi dan menjadi bagian dari perjalanan bersejarah hadirnya vaksin yang sangat diharapkan kehadirannya di Indonesia,” ujar juru bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Sabtu (8/8) malam.

Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan optimismenya bahwa uji klinis vaksin Sinovac fase ketiga berjalan baik. “Uji klinis ketiga kalau ini benar semua, Januari-Februari 2021, kami bisa mulai menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin.” (Hym/AA/Nikkei/BY/X-3)

Baca Juga

Antara

Gunung Salak Rawan Longsor, Kenali Risiko dan Mengungsi jika Perlu

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 22:05 WIB
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi mengenai tanah longsor yang terjadi di Gunung Salak, Provinsi Jawa...
MI

Angin Puting Beliung Terjang 3 Kecamatan Di Medan, 285 Rumah Rusak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:55 WIB
Bencana yang dipicu oleh faktor cuaca ektrem tersebut mengakibatkan 285 unit rumah mengalami rusak ringan...
Instagram

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh Kanker Prostat

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:40 WIB
KANKER prostat yang umumnya menyerang laki-laki lanjut usia di dunia ini jumlahnya cukup banyak. Sayangnya, sebagian besar pasien datang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya