Senin 10 Agustus 2020, 03:45 WIB

Masyarakat Adat Terdiskriminasi Lindungi Mereka dengan Regulasi

Ifa/Ant/X-6 | Humaniora
Masyarakat Adat Terdiskriminasi Lindungi Mereka dengan Regulasi

Medcom.id/Damar Iradat
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati

 

DUKUNGAN agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat segera disahkan terus mengalir. Perlindungan terhadap eksistensi masyarakat adat pun didorong agar semakin diperkuat. Selama ini, keberadaan mereka dinilai masih rentan diskriminasi.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati, misalnya, menyebut keberadaan masyarakat adat memang belum diakui secara nyata dan konkret oleh negara. Kepercayaan-kepercayaan mereka, misalnya, dihilangkan dan diganti menjadi agama-agama yang selama ini diakui negara.

“Terutama adalah tata cara hidupnya, local wisdomnya, yang selama ini sangat dekat dengan wilayahnya, dengan ruang hidupnya. Ini semua digilas atas nama pembangunan dan modernisasi,” ujar Nur, kemarin.

Karena itu, sangat penting negara melakukan revitalisasi, mengakui kembali hak-hak masyarakat adat, dan mengembalikan hak-hak tersebut kepada mereka. “Dengan disahkannya RUU Masyarakat adat, tidak ada lagi masyarakat adat yang dianggap ilegal berdiam di tanahnya sendiri.”

Dewan Pakar Persekutuan Perempuan Adat Nusantara, Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Arimbi Heroepoetri pun memandang penting hadirnya UU Masyarakat Adat untuk perlindungan dan pengakuan masyarakat adat di Indonesia.

Dia menambahkan gerakan perlindungan dan pengakuan masyarakat adat bukan hanya dilakukan di Indonesia. Di berbagai belahan dunia, upaya yang sama juga telah dilakukan jauh sebelumnya.

Menurut Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Kasmita Widodo, RUU Masyarakat Adat penting terkait upaya pemerintah menjalankan satu sistem administrasi masyarakat adat. “Oleh karena itu, kami mendorong dan mengadvokasi kerja-kerja untuk bagaimana pemerintah bersama DPR segera menetapkan RUU Masyarakat Adat.”

Sekjen AMAN, Rukka Sombolinggi dalam peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, kemarin, mengatakan hampir delapan dekade masyarakat adat seluruh dunia berjuang menyuarakan hak di tingkat internasional. “AMAN ikut dalam perjuangan tersebut dalam dua dekade terakhir.” (Ifa/Ant/X-6)

Baca Juga

Sumber: Alzi/BPS/Globocan/IDF/Kemenkes/WHO/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: Seno

Jadi Lansia Sehat? Investasilah sejak Bayi

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 30 September 2020, 02:35 WIB
NANI, 72, sudah tidak dapat beraktivitas seperti sedia kala sejak penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes merenggut...
123RF

Canggih, RSU Bunda Gunakan Robotik Tangani Kanker Prostat

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 02:10 WIB
PROSTAT ialah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani, yang berfungsi sebagai nutrisi dan transportasi...
Antara

Perpustakaan Dua Proklamator bakal jadi Destinasi Wisata Edukatif

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 29 September 2020, 23:00 WIB
UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, dan UPT Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatra Barat, dijajaki...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya