Minggu 09 Agustus 2020, 21:29 WIB

Nadiem Terbitkan Kurikulum Darurat, Ini Isinya

Andhika prasetyo | Humaniora
Nadiem Terbitkan Kurikulum Darurat, Ini Isinya

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Regulasi itu mengatur semua jenjang pendidikan, dalam kondisi khusus atau darurat, dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

"Mereka dapat memilih tiga opsi kurikulum, yang pertama tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, kedua menggunakan kurikulum darurat, atau ketiga melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Ini akan memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara virtual, di Jakarta, Jumat (7/8).

Terkait kurikulum darurat, Nadiem menjelaskan pihaknya melakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran.

Dengan begitu, guru dan siswa dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua dan peserta didik.

“Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran,” terang dia.

Pada dasarnya, modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip 'Bermain adalah Belajar'. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari.

Adapun, untuk jenjang pendidikan SD, modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali siswa.

“Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah dan membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah,” tandasnya.

Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, Kemendikbud meminta para guru melakukan asesmen diagnostik.

Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan nonkognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Asesmen non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa, seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa.

Sementara, asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa.

Hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal.

Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam,” pungkas Nadiem. (OL-8)

Baca Juga

. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Luhut Minta BPJS Percepat Pembayaran Klaim Perawatan Pasien Korona

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 09:30 WIB
Dari 1.906 RS penyelenggara pelayanan covid-19 di seluruh Indonesia, hanya 1.356 RS yang sudah mengajukan klaim. Sisanya sebanyak 550 RS...
MI/RAMDANI

PUPR Minta Pengembang Perumahan Perhatikan Kebutuhan Disabilitas

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 30 September 2020, 09:04 WIB
Pemenuhan aksesibilitas untuk publik meliputi kemudahan akses memasuki bangunan gedung, penyediaan alat bantu informasi audio, visual,...
AFP/Daniel Leal-Olivas

Kendala Tracing akibat Stigma kepada Penderita Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 30 September 2020, 08:51 WIB
Masyarakat harus terbuka terkait riwayat perjalanan dan interaksi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya