Minggu 09 Agustus 2020, 18:37 WIB

Pemprov DKI Ancam Tutup Perusahaan Pelanggar Protokol Kesehatan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Pemprov DKI Ancam Tutup Perusahaan Pelanggar Protokol Kesehatan

Antara
Ilustrasi

 

PEMPROV DKI Jakarta mengancam akan menutup perkantoran hingga dua minggu, apabila diketahui lebih dari sekali melanggar aturan protokol seperti pembatasan 50% karyawan.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansah, sanksi itu juga ditujukan ke pihak perusahaan yang diketahui menutupi kasus karyawan yang terjangkit covid-19.

"Waktu pertama ini kan kita hanya melakukan penutupan sementara selama tiga hari. Tapi kami biasanya akan lakukan penambahan penutupan perusahaan yang tadinya tiga hari menjadi 14 hari" jelas Andri saat dihubungi, Jaakrta, Minggu (9/8).

Penambahan masa penutupan itu dilakukan, jika terbukti laporan dari karyawan di tempat kerjanya itu melanggar protokol atau menutupi kasus covid-19.

"Apabila ada laporan dari karyawan secara internal melaporkan kepada kami, dan kami melakukan pemeriksaan dan ternyata yang dilaporkan karyawanya benar, kami lakukan penambahan penutupan," kata Andri.

Disnaker DKI, sebutnya tengah membuat sistem atau aplikasi untuk mengawasi perkantoran di Jakarta di tengah perpanjangan PSBB transisi.

Dari aplikasi itu bakal ketahuan apakah di satu perusahaan telah melanggar lebih dari satu kali atau tidak. Pasalnya, bakal ada sanksi yang lebih berat bagi pelanggar progresif. Ketentuan itu bakal tertuang dalam aturan denda progresif yang tengah disusun Pemprov DKI.

"Sistem itu bukan hanya untuk mengawasi perkantoran, tetapi juga sistem untuk mengawasi kegiatan protokol kesehatan yang lainnya seperti penggunaan masker. Nanti, kami memberlakukan sanksi yang berat dengan ketentuan perkantoran atau perusahaan tersebut melakukan kesalahan yang sama sebanyak 2 kali atau terulang," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

September, 900 Jenazah dimakamkan di TPU Covid-19 Pondok Ranggon

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 29 September 2020, 18:00 WIB
Sebanyak 900 jenazah covid-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Angka ini terhitung sejak 1 September-28 September...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

DPRD Sebut Lockdown Mini di Jakarta Lebih Efektif Ketimbang PSBB

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 29 September 2020, 17:30 WIB
Dengan lockdown mini geliat ekonomi dinilainya masih bisa bergerak karena sifatnya lokal di daerah tertentu berdasarkan...
MI/Andri Widiyanto

3 Lokasi Isolasi Terkendali di DKI Ini Sediakan 166 Kamar

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 29 September 2020, 17:20 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah 166 kamar isolasi untuk pasien covid-19 yang masuk kategorio orang tanpa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya