Minggu 09 Agustus 2020, 16:18 WIB

Banjir Korsel Akibatkan Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Banjir Korsel Akibatkan Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

AFP/YONHAP
Banjir di Daejeon, Korea Selatan

 

Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di Korea Selatan telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah korban jiwa mungkin meningkat karena lebih dari 10 orang dilaporkan hilang.

Hujan lebih lebat juga diperkirakan terjadi di bagian selatan negara itu akibat topan yang mendekat. Hujan deras telah mendatangkan malapetaka di seluruh negeri sejak 1 Agustus di tengah musim hujan yang berkepanjangan.

Menurut data Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan, jumlah korban tewas di negara itu mencapai 30 pada Minggu (9/8). Selain itu, ada 12 orang hilang dan delapan lainnya luka-luka.

Bahkan selama tiga hari terakhir, 13 orang telah tewas, dua hilang dan satu terluka secara nasional, menurut markas.

Korban tewas tidak termasuk korban dari tiga kapal terbalik di Bendungan Uiam di Chuncheon, 85 kilometer timur Seoul. Kecelakaan tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan tiga hilang pada Minggu. Insiden itu dikategorikan sebagai kecelakaan laut.

Lebih dari 5.900 orang dari 11 provinsi dan kota meninggalkan rumah mereka. Lalu, kira-kira 4.600 dari mereka menempati tempat penampungan sementara setelah adanya peringatan bencana.

Baca juga: Aksi Protes di Libanon, 1 Polisi Tewas dan 142 Orang Terluka

“Sekitar 9.300 hektare lahan pertanian tergenang atau terkubur, sementara 9.500 fasilitas umum dan pribadi dilaporkan mengalami kerusakan. Perbaikan yang selesai dilakukan mencapai 73,2% dari kasus kerusakan,” kata pihak berwenang.

Topan Jangmi, topan kelima musim ini, diperkirakan akan melanda wilayah selatan Semenanjung Korea mulai Senin. Topan ini membawa lebih banyak hujan di daerah yang dilanda banjir.

Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), topan Jangmi terbentuk pada Minggu pagi di barat daya Okinawa. Lalu, topan bergerak ke timur laut dan diperkirakan akan melewati perairan Pulau Jeju sekitar pukul 10.00, Senin (10/8).

Badan cuaca negara mengatakan badai tropis mungkin akan tiba di perairan Busan, sekitar 453 kilometer tenggara Seoul, sekitar pukul 15.00, Senin.

Karena topan tersebut, Pulau Jeju dan Provinsi Gyeongsang Selatan akan mengalami angin kencang dan hujan lebat dalam beberapa hari mendatang. Sementara bagian lain negara Korea Selatan akan mengalami hujan lebat.

Di negara tetangga (Korea Utara), media pemerintah Korean Central Broadcasting juga memperingatkan hujan lebat tambahan di daerah-daerah yang sudah dilanda banjir, menurut Yonhap.

Kim Jong-un dilaporkan melakukan inspeksi pada wilayah terdampak banjir pada Jumat. Pak Pong Ju, wakil ketua komisi pengambilan keputusan tertinggi negara, memeriksa kerusakan pada ladang dan tanaman yang terendam di wilayah barat daya negara itu pada Sabtu. (Yonhap/Al Jazeera/OL-14)

 

Baca Juga

Dok. Youtube

Tegas Hadapi PM Vanuatu, DPR Apresiasi Sikap Diplomat RI

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 September 2020, 14:54 WIB
Pernyataan Silvany Austin terhadap PM Vanuatu dinilai mewakili perasaan dan sikap masyarakat Indonesia. Apalagi, pernyataan PM Vanuatu soal...
AFP

Lawan Covid-19, Sekjen PBB Serukan Solidaritas

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 29 September 2020, 14:23 WIB
Dengan kasus kematian akibat covid-19 lebih dari 1 juta orang, Antonio Guterres mengingatkan semua pihak untuk bekerja sama dan disiplin...
AFP/Awad Awad

Pemukim Yahudi Paksa Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsha

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 12:41 WIB
Yahudi menyebut daerah tersebut sebagai Kuil Gunung dan mengakuinya sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya