Minggu 09 Agustus 2020, 10:00 WIB

PSI: Anies Jangan Sibuk Urus Toa tapi Penanganan Banjir Minim

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
PSI: Anies Jangan Sibuk Urus Toa tapi Penanganan Banjir Minim

MI/Susanto
Banjiri di kompleks perumahan mewah, Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta

 

Fraksi PSI DKI Jakarta menuding Gubernur Anies Baswedan sibuk mengurus toa sebagai peringatan dini banjir. Padahal, menurut Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian, penanganan banjir oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI justru masih minim dalam hal pengerjaan.

"PSI meminta Anies tidak hanya bawel tentang toa, tapi agar segera mulai bekerja nyata. Toa adalah alat peringatan dini, bukan alat penanggulangan banjir. Yang seharusnya gubernur fokus di penanggulangan," kata Justin dalam keterangannya, Minggu (9/8).

Justin mengatakan adanya toa sebagai peringatan dini banjir tidak efektif memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Bahkan, kata Justin, ujung-ujungnya Anies sendiri seperti ikut mengkritisi kebijakan toa ini.

Baca juga: Pasokan Air di Berbagai Wilayah Jakarta Kembali Normal

Anggota Komisi D DPRD DKI itu meminta Anies lebih baik fokus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk merealisasikan program penanganan banjir.

Ada sebagian pekerjaan konstruksi normalisasi sungai di bawah kewenangan KemenPUPR, yaitu di sungai-sungai yang merupakan wewenang pemerintah pusat.

"Sebaiknya koordinasi ini bisa segera dilakukan karena pekerjaan penanganan banjir ini harus dikerjakan bersama-sama," tutur Justin.

Pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) oleh pemerintah pusat sebesar Rp12,5 triliun, sebut Justin, harus dimaksimalkan dengan benar.

"Kementrian Keuangan memberikan pinjaman Rp1,7 triliun untuk penanganan banjir. Di dalamnya ada Rp552 miliar untuk pembebasan lahan kali atau sungai, yang nanti di situ akan dilakukan pekerjaan konstruksi normalisasi sungai," pungkas Justin.

Diberitakan sebelumnya, Anies mengatakan toa bukanlah suatu sistem untuk penanganan banjir. Alat itu sudah telanjur ada karena barang tersebut merupakan hibah dari Jepang.

"Toa ini sudah telanjur ada. Ya sudah dipakai, tapi tidak usah ditambah. Lalu bangun sistem," tukas Anies dalam tayangan Youtube Pemprov DKI, Jumat (6/8). (OL-14)

Baca Juga

MI/Dede Susianti

Bima Arya Video Call Anies, Peringatkan Banjir

👤Dede Susianti 🕔Senin 21 September 2020, 23:15 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto langsung mendatangi Bendung Katulampa, setelah menerima laporan Tinggi Muka Air (TMA) naik, bahkan...
MI/Dede S

Bupati Ade Yasin Instruksikan Camat se-Bogor Waspada Bencana

👤Dede Susianti 🕔Senin 21 September 2020, 23:00 WIB
Instruksi itu dikeluarkan Ade secara resmi sekitar pukul 21.00...
Antara

Cek Pintu Air Manggarai, Anies Minta SKPD Bersiap Hadapi Banjir

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 21 September 2020, 22:54 WIB
Anies meminta seluruh jajaran aparat kelurahan dan kecamatan yang wilayahnya berpotensi banjir karena air dari hulu agar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya