Minggu 09 Agustus 2020, 05:28 WIB

Perketat Pengawasan di Angkutan Umum

Put/Ssr/J-1 | Megapolitan
Perketat Pengawasan di Angkutan Umum

ANTARA Foto/Maulana Surya
Ilustrasi -- Penumpang kereta api Ranggajati jurusan Cirebon-Jember menggunakan face shield, Minggu, 14 Juni 2020

 

PENGAWASAN protokol kesehatan di angkutan umum diperketat menyusul akan segera diberlakukannya sanksi tilang bagi pelanggar ganjil-genap, Senin (10/8).

Pemprov DKI memilih membatasi pergerakan masyarakat selama pandemi covid-19 dengan memberlakukan pembatasan lalu lintas kendaraan pribadi dengan ganjil-genap.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani khawatir aturan ini membuat pengendara pribadi berbondong-bondong berpindah ke angkutan umum.

“Jadi tidak akan efektif kalau di halte Trans-Jakarta, terminal bus, taksi daring, taksi konvensional tidak diterapkan protokol kesehatan. Penularan pasti akan terus meningkat. Pengawasan kendaraan umum harus diperketat imbas dari pemberlakuan ganjil-genap,” kata Zita di Jakarta, kemarin.

Pemberlakuan ganjil-genap bukan barang baru di Jakarta. Kebijakan ini niat awalnya mengurangi kemacetan dan warga ditekan untuk manfaatkan fasilitas umum. Itu sudah berjalan jauh sebelum covid-19 ada di Jakarta.

“Kalau sekarang dianggap ganjil-genap membantu mengurangi penyebaran, berarti yang harus diperhatikan kendaraan umum. Pasti akan membeludak di kendaraan umum karena selain ada ganjil-genap, murah juga,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan upaya antisipasi mencegah terjadinya penumpukan penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan akan meniadakan headway atau jarak kedatangan antarbus Trans-Jakarta. Dishub DKI Jakarta pun telah menambah 25% armada bus pada jalur-jalur Trans-Jakarta yang bersinggungan dengan sistem ganjil-genap.

“Standar minimum pelayanan Trans-Jakarta saat ini untuk headway-nya 5 sampai 10 menit. Nah, begitu ada antrean di dalam halte atau di luar halte, bus langsung bisa berangkat tanpa harus menunggu 5 menit,” kata Syafrin.

Selain itu, petugas di stasiun dan halte juga akan disiagakan untuk mengatur ritme antrean penumpang sehingga tetap menjalankan protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dishub DKI, seluruh penumpang angkutan umum telah menerapkan protokol kesehatan covid-19, yakni menggunakan masker.

“Kita minta kapasitas halte dan stasiun disesuaikan dengan kapasitas physical distancing sehingga tidak terjadi penumpukan di stasiun atau halte Trans-Jakarta. Antreannya dipersilakan di luar dan ini sudah dikoordinasikan secara baik dengan seluruh operator angkutan,” ujar Syafrin. (Put/Ssr/J-1)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Ditargetkan ada 18 Hotel untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Senin 28 September 2020, 19:46 WIB
a menjelaskan, Ibis Style Mangga Dua difokuskan bagi pasien yang berasal dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta...
MI.Andri widiyanto

Ada 2 Hotel Untuk Isolasi Mandiri di DKI Jakarta, Ini Prosedurnya

👤Hilda Julaika 🕔Senin 28 September 2020, 19:22 WIB
Ke-2 hotel itu ialah Ibis Style Mangga Dua dan U Stay Mangga Besar. Biaya isolasi di 2 hotel itu ditanggung oleh pemerintah...
SUMARYANTO BRONTO

Ratusan Pendekar Banten Dukung Kinerja Erick

👤Wibowo Sangkala 🕔Senin 28 September 2020, 19:05 WIB
Dalam deklarasinya, pendekar Banten menolak cara-cara yang tidak konstitusional dan cenderung menyerang kehormatan seseorang pejabat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya