Minggu 09 Agustus 2020, 05:19 WIB

Stigmatisasi masih Kencang

Yoseph Pencawan | Humaniora
Stigmatisasi masih Kencang

Medcom.id
Ilustrasi

 

SEJAK pandemi covid-19 menyergap, pemerintah sudah berteriak soal jangan ada stigmatisasi terhadap penderitanya. Namun, Irmawati masih merasakannya.

Irmawati bukan warga biasa. Ia seorang guru besar, profesor di Universitas Sumatra Utara. “Bahkan, stigmatisasi juga terjadi di lingkungan terpelajar,” aku survivor atau pe- nyintas covid-19 itu dalam webinar Berbagi Pengalaman Hadapi Covid-19 yang digelar Ikatan Alumni Universitas Sumatra Utara, kemarin.

Dia tidak sendiri. Pengakuan serupa juga dilontarkan Hendy Arief dan Robert Situmorang, penyintas lain.

“Parahnya, jika satu orang dalam keluarga positif, anggota keluarga lain ikut terstigmatisasi. Saya mengalami penerimaan tetangga dan masyarakat sekitar kepada kami sampai sekarang sudah berbeda,” lanjut Prof Irmawati.

Meski telah dinyatakan sembuh, guru besar psikologi itu merasa orang-orang belum mau menjalin komunikasi seperti sebelumnya. “Padahal, saat menjalani karantina mandiri di rumah, tetangga kerap mengantar makanan sampai di pintu gerbang.”

Karena itu, Irma berkesimpulan dalam penanganan pandemi perlu ada protokol, panduan, atau pedoman untuk menekan sitgmatisasi tersebut. “Tidak hanya untuk menguatkan para survivor, tetapi juga sebagai edukasi bagi masyarakat agar khawatir atau takut berlebihan yang memicu stigmatisasi.”

Survivor, tandasnya, perlu arahan dan penguatan untuk dapat beradaptasi kembali di tengah masyarakat. “Bisa berupa social support dari ahli, pendamping, kerabat, atau teman.”

Delyuzar, Direktur Eksekutif Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) IKA USU, sepakat perlu ada media informasi setelah pasien dinyatakan sembuh. “Seharusnya juga ada klinik pascaterpapar.”

Kesembuhan meningkat

Penanganan sepenuh hati terus dilakukan tim medis di sejumlah daerah. Dampaknya, di Kalimantan Selatan, misalnya, angka kesembuhan terus meningkat.

“Saat ini, persentase kesembuhan meningkat hampir 50%. Angka kematian stagnan dan bisa ditekan,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Muslim.

Kalsel menjadi salah satu daerah dengan tingkat penjangkitan tinggi. Sampai kemarin, jumlah pasien mencapai 6.535 orang, dengan penambahan 57 orang. Sebanyak 2.347 orang dirawat di rumah sakit dan karantina khusus. Dari jumlah itu sudah 3.885 warga yang sembuh.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo meragukan proses isolasi mandiri yang dilakukan warga. “Gugus tugas di daerah harus melakukan pengawasan ketat penerapan protokol kesehatan.”

Di daerah ini, tingkat kesembuhan pasien sudah mencapai 67,26%. Namun, angka kematian masih tinggi karena warga yang melakukan isolasi mandiri tidak mendapat pengawasan ketat dan pengobatan yang intensif.

Terus bertambahnya pasien baru, membuat Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, tidak bisa menerima pasien baru lagi. “Sesuai instruksi Menteri Kesehatan, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ringan menjalani isolasi mandiri di rumah. Hanya PDP dengan gejala berat yang dirawat di rumah sakit,” kata Gubernur Herman Deru. (DY/AS/DW/YK/MS/OL/RS/N-2)

Baca Juga

Antara

Kemendikbud: Jika Kuota Umum Diperbesar, Operator Nggak Kuat

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 28 September 2020, 20:15 WIB
BANYAK siswa dan guru meminta pemerintah meningkatkan porsi kuota umum pada subsidi kuota internet yang disalurkan Kemendikbud. Sayangnya...
Antara/Dhemas reviyanto

Waspada Serangan Jantung Saat Bersepeda, Ini Cara Hindarinya

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 28 September 2020, 20:02 WIB
Dokter dari RSAU Esnawan Antariksa Buyung Al-Hamzah mengatakan, pesepeda harus bisa mengingat batas kemampuan saat sedang...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Dua Hotel di Jakarta Ini Gratis untuk Isolasi Mandiri

👤Hilda Julaika 🕔Senin 28 September 2020, 18:21 WIB
Adapun bagi pasien isolasi mandiri di dua hotel ini tidak akan dikenakan biaya karena akan ditanggung pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya