Minggu 09 Agustus 2020, 03:55 WIB

Felix Bram Samora: Memperluas Fungsi Daun Kelor

Bagus Pradana | Weekend
Felix Bram Samora: Memperluas Fungsi Daun Kelor

MI/SUMARYANTO BRONTO

DAUN Kelor dulu sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai tanaman tidak berguna, bahkan sering kali dihubungkan dengan dunia mistis sebagai sarana mengusir makhluk halus. Namun, kini kelor menjadi tanaman paling dicari di Indonesia, bahkan dijuluki sebagai superfood atau makanan super karena kandungan nutrisinya baik bagi tubuh manusia.

Kelor inilah yang juga menarik perhatian Felix Bram Samora, seorang sarjana teknik sipil yang akhirnya memilih menjadi petani kelor di tanah kelahirannya. Felix merupakan pendiri Rumah Kelor, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang budi daya dan pengolahan daun kelor organik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di tanah seluas kurang lebih 3 hektare, pemuda berusia 32 tahun ini membuat kebun kelor yang dibudidayakan dengan pola tanam organik tersertifikasi internasional.

“Belum banyak yang mengenal tanaman kelor. Kalaupun mereka kenal, ya, hanya tahu saja itu daun kelor itu yang mana, tapi tidak tahu manfaatnya apa. Ini menjadi tantangan dan juga peluang buat saya. Tantangan karena harus memberikan edukasi kepada masyarakat, dan peluang karena banyak yang enggak tahu, jadi pesaing sedikit meskipun di luar negeri tanaman ini sudah diakui sebagai makanan super atau superfood,” jelas Felix saat diwawancarai Andy Noya.

Awalnya, Felix hanya membudi daya kelor untuk memasok produsen kelor yang tidak memiliki kebun. Namun, setelah belajar budi daya kelor dari Dudi Krisnadi, ia mantap untuk memproduksi olahan kelor pada 2015 dan mendirikan Rumah Kelor.

Di Rumah Kelor, Felix mengolah daun kelor menjadi serbuk moringa berupa kapsul, teh, cookies, keripik, sabun, hingga masker. Sementara itu, untuk proses produksinya, Felix memberdayakan warga sekitar untuk meningkatkan perekonomian warga di kampung halamannya.

“Kita tentu sadar masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami malnutrisi. Ajaibnya, pohon kelor juga tumbuh subur di daerah yang mengalami masalah gizi ini. Kebetulan? Saya rasa tidak. Saya percaya Tuhan memang sudah menyiapkan solusi dari semua permasalahan yang ada,” pungkas wirausahawan muda yang telah berhasil mengirim produk-produk olahan kelor Indonesia ke Jerman tersebut.

Berkat konsistensinya membudidayakan kelor melalui Rumah Kelor rintisannya, Felix beberapa kali mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Di antaranya, juara utama Indofood Local Pitch Competition (ILPC) 2018, masuk top 20 di Blibli Big Star Indonesia Season 4, dan menjadi fi nalis di ajang Astra Challenge 2020. (Bus/M-4)

Baca Juga

Unsplash/ Allef Vinicus

Studi: Senyum yang Terpaksa Pun Berdampak Positif di Otak

👤Galih Agus Saputra 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:10 WIB
Bahkan senyum yang terpaksa dapat merangsang pusat emosi otak untuk menjaga emosi tetap...
Unsplash/ Tierra Mallorca

Tiga Hal yang Harus Dilakukan Bila Tak akan Miliki Dana Pensiun

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:35 WIB
Tempat tinggal, kebutuhan harian, dan jaminan kesehatan harus direncanakan sejak...
Dok. Instagram @maquinnofficial

Label Adibusana asal Surabaya ini Tampil Milan Fashion Week

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 26 September 2020, 16:45 WIB
Maquinn Couture yang berbasis di Surabaya ini akan menghadirkan karya akulturasi budaya Indonesia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya