Sabtu 08 Agustus 2020, 19:08 WIB

Baru Dibuka Kembali, 300 Ribu Orang Lebih Daftar Kartu Prakerja

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Baru Dibuka Kembali, 300 Ribu Orang Lebih Daftar Kartu Prakerja

Antara/Asep Fathulrahman
Pendaftaran Kartu Prakerja

 

DEPUTI Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menuturkan, animo masyarakat pada progam Kartu Prakerja terbilang besar. Sebab, sekitar 300 ribu orang telah mendaftar sesaat pendaftaran gelombang IV diibuka pada Sabtu (8/8) pukul 12.00 WIB.

“Animonya baru beberapa jam dibuka sudah sekitar 300 ribuan orang mendaftar. Sekitar jam 14.00 WIB tadi itu udah hampir 400 ribu. Itu mereka yang masuk ke pendaftaran. Jadi animonya besar,” tuturnya saat dihubungi, Sabtu (8/8).

Rudy yang juga Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja mengatakan, sedianya sistem yang dimiliki manajemen pelaksana Kartu Prakerja mampu menampung peserta lebih dari 800 ribu orang. Akan tetapi, kuota yang ditetapkan oleh Komite Cipta Kerja hanya sebanyak 800 ribu orang per gelombang pendaftaran.

Selain itu, manajemen pelaksana juga tidak menginginkan adanya permasalahan bila melampaui kuota yang telah ditetapkan. Oleh karenanya, berubah atau tidaknya jumlah kuota dalam tiap gelombang pendaftaran bergantung pada keputusan Komite.

“Sebenarnya secara sistem kita sudah bisa melebihi itu. Tapi kita mau melihat dulu kemampuan kita dengan 800 ribu ini. kalau itu ditentukan harus ditambah lagi ya kita mengikuti saja. Tapi memang 800 ribu itu kita belum tahu, karena pendaftaran belum ditutup jadi secara keseluruhan kita belum tahu. Nanti batch V kita buka Sabtu depan,” jelasnya.

Diketahui, pemerintah memprioritaskan pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan untuk menjadi peserta dari program Kartu Prakerja. Porsi yang disediakan mencapai 80% atau 640 ribu orang di tiap gelombangnya. Data yang digunakan berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah mencapai 2,1 juta orang.

Baca juga : Marak PHK saat Covid-19, Kadin Minta Pemerintah Perluas BLT

Kendati menjadi prioritas, Rudy mengingatkan, mereka tetap harus mendaftarkan diri secara mandiri melalui website Kartu Prakerja maupun mendatangi Kemnaker atau dinas ketenagakerjaan di tiap daerah. Itu dikarenakan program Kartu Prakerja menerapkan prinsip partisipasi aktif.

“Sebenarnya kan prinsipnya ini pendaftaran aktif, jadi yang bersangkutan harus aktif mendaftar. Tapi kita sudah memprioritaskan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kemneterian Ketenagakerjaan. Dari data kemenaker itu, mereka tinggal mengisi saja form untuk mendaftar kartu prakerja, dan memang sudah ada jalur khusus bagi mereka,” imbuh Rudy.

“Mereka tetap harus mandaftar. Mereka akan diinfokan oleh Kemnaker untuk mendaftar segera. Harusnya informasi itu sudah sampai karena itu sudah disosialisasikan juga. Bahkan dari BPJamsostek sudah menyampaikan data yang ada di mereka,” sambungnya.

Menyoal 5 platform digital yang mengajukan proposal untuk bermitra, Rudy mengaku tidak mengetahui secara mendetil. Akan tetapi, ia mengatakan setidaknya sampai saat ini sudah ada 3 platform pembayaran yang mengajukan diri untuk bergabung.

“Saya tahu hanya platform mitra pembayaran yang sudah berminat untuk bergabung. BRI, Bank Mandiri dan Dana. Sekarang eksisting ada 4, Ovo, LinkAja, BNI dan Gopay. Kalau digital platform yang ingin menjadi mitra saya tidak hafal. Intinya, siapa pun yang berminat dan memenuhi kriteria silakan mengajukan proposal,” ujar Rudy. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Dekranas

Dekranas Gandeng Pertamina Bantu UKM di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 25 September 2020, 22:30 WIB
UPAYA untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan berbagai...
Ist

Sosialisasi ASABRI Dilakukan di Divisi Infantri Kostrad Cilodong 

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 21:48 WIB
Djoko menjelaskan tujuan diadakannya sosialisasi, yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan menyamaratakan informasi mengenai program manfaat...
Antara

Mentan : Hingga Agustus, Stok Beras sebesar 7,83 Juta Ton

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 25 September 2020, 21:32 WIB
"Dengan stok yang ada, maka sampai akhir tahun kita memiliki stok beras yang cukup," jelas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya