Sabtu 08 Agustus 2020, 17:50 WIB

Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Empat Persetujuan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Empat Persetujuan

MI/Agus Mulyawan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim memberikan paparan dalam Live Streaming Kuliah Umum MEDIA INDONESIA

 

RENCANA mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka di wilayah yang masuk kategori zona hijau dan kuning tidak serta merta langsung dilaksanakan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut ada empat persetujuan yang harus dipenuhi.

Pertama, persetujuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kedua, persetujuan kepala sekolah (setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat), ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: SMA di Bandung Barat dan Cianjur KBM Tatap Muka pada 18 Agustus

Keempat, adanya persetujuan dari orang tua peserta didik. "Jika orang tua tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa," tegas Nadiem, di Jakarta, Sabtu (8/8).

Penerapan pembelajaran pun akan dilakukan secara bertahap. Dan jumlah peserta didiknya pun disyaratkan sebanyak 30-50% dari standar peserta didik per kelas. Untuk SD, SMP, SMA dan SMK dengan standar awal 28-36 peserta didik per kelas, kedepan diisi oleh 18 peserta didik.

Tetapi untuk Sekolah Luar Biasa, yang awalnya 5-8 peserta didik, akan menjadi 5 peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik per kelas menjadi diturunkan menjadi 5 peserta didik per kelas.

"Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi. Dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan," lanjut Nadiem.

Namun jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah karena persebaran virus Covid-19, maka pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan. "Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat," tegas Nadiem.

Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka kelak, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama dengan Kepala Satuan Pendidikan, wajib berkoordinasi terus dengan satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 guna memantau tingkat risiko Covid-19 di daerah.

Selain itu, satuan pendidikan di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) masih terkendala akses dalam melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan psikososial anak secara permanen.

Saat ini, disebutkannya, sebanyak 88% dari keseluruhan daerah 3T, berada di zona kuning dan hijau. Karenanya pemerintah melakukan penyesuaian melalui Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, yang ditandatangani Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan.

Dalam SKB 4 Menteri tersebut dilakukan penyesuaian dengan memperluas wilayah pembelajaran tatap muka hingga ke zona kuning. Sebelumnya hanya diperbolehkan di zona hijau. Maka satuan pendidikan yang siap dan ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka memiliki opsi untuk melaksanakannya secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi bukan berarti ketika sudah berada di zona hijau atau kuning, daerah atau sekolah wajib mulai tatap muka kembali ya,” pungkas Nadiem. (OL-13)

Baca Juga: Pemkab Brebes Hentikan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Baca Juga

Antara

Lagi, Orangutan Lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho

👤Hendra Saputra 🕔Selasa 29 September 2020, 17:35 WIB
TIM Post Release Monitoring (PRM) di Pusat Reintroduksi Orangutan, di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar menemukan satu induk...
ANTARA/ 	BUDI CANDRA SETYA

Kekerasan pada Anak Sebagian Besar Dilakukan Orang Tua

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 29 September 2020, 17:00 WIB
Berdasarkan data prevalensi kekerasan terhadap anak pada 2018, sebanyak 61,7% anak laki-laki dan 62% anak perempuan mengalami...
ANTARA/MOHAMAD HAMZAH

Cegah Kegagalan Terapi ARV pada ODHA dengan Pemeriksaan Viral Load

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 29 September 2020, 16:10 WIB
WHO merekomendasikan pemeriksaan viral load HIV (VL HIV) sebagai metode untuk memonitor efektivitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya