Sabtu 08 Agustus 2020, 09:07 WIB

Wall Street Bervariasi, Nasdaq Ditutup Jatuh 0,87 Persen

Antara | Ekonomi
Wall Street Bervariasi, Nasdaq Ditutup Jatuh 0,87 Persen

Johannes EISELE / AFP
Warga berjalan di depan gedung New York Stock Exchange, Wall Street New York. Saham Wall Street dibuka bervariasi di akhir perdagangan.

 

WALL Street bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu (8/8) pagi WIB), dengan Nasdaq terkoreksi setelah melonjak sehari sebelumnya. Data menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan lapangan kerja AS dan investor khawatir anggota parlemen akan gagal menyetujui RUU stimulus fiskal baru untuk mendukung ekonomi.
  
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,50 poin atau 0,17 persen menjadi ditutup di 27.433,48 poin. Indeks SP 500 bertambah 2,12 poin atau 0,06 persen menjadi berakhir di 3.351,28 poin. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 97,09 poin atau 0,87 persen, menjadi 11.010,98 poin. Penurunan tersebut menghentikan kenaikan Indeks Nasdaq tujuh sesi berturut-turut, namun masih bertengger di atas level psikologis 11.000 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 109,67 poin atau 1,00 persen menjadi 11.108,07 poin pada Kamis (6/8) ditutup di atas 11.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah didukung kenaikan kuat saham-saham terkait
teknologi.
  
Delapan dari 11 sektor utama SP 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor keuangan terangkat 2,18 persen, memimpin kenaikan sektoral. Sementara sektor teknologi merosot 1,56 persen, kelompok dengan kinerja terburuk menyeret Indeks Nasdaq lebih rendah. Pengusaha-pengusaha AS menambahkan 1,8 juta pekerjaan pada Juli, jauh lebih rendah dari peningkatan 4,8 juta pekerjaan pada Juni, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (7/8). Tingkat pengangguran turun menjadi 10,2 persen dari 11,1 persen pada Juni.
  
"Pemulihan pekerjaan berlanjut, dan pada kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan pada Juli. Itu kabar baik," kata Kepala Ekonom FHN Financial, Chris Low, dalam sebuah catatan pada Jumat (7/8).
  
"Kabar buruknya adalah kecepatan pemulihan melambat. Kemudahan memperoleh pekerjaan ada di belakang kami dan akan semakin lambat dari sini kecuali/sampai vaksin memungkinkan ekonomi untuk sepenuhnya dibuka kembali," jelasnya. 

baca juga: Aksi Ambil Untung Emas Anjlok 41 Dolar
  
Para analis mengatakan, angka pekerjaan yang lebih baik dari ekspektasi dapat mengurangi tekanan dari Kongres untuk menyetujui RUU bantuan setelah perselisihan berminggu-minggu. Perbedaan sebagian berpusat di sekitar melanjutkan tunjangan pengangguran tambahan 600 dolar AS per minggu. Pemimpin Senat AS dari Demokrat Chuck Schumer menyebut pertemuan dengan Partai Republik mengecewakan. Sementara Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan kesepakatan tentang stimulus tampaknya tidak mungkin, karena masih banyak perbedaan yang belum terselesaikan. Wall Street juga memperhatikan ketegangan terbaru Amerika Serikat-Tiongkok. (OL-3)
 

Baca Juga

Antara/Puspa Perwitasari

Saham Bank Turun, Pengamat : Investor Asing Belum Yakin

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 28 September 2020, 21:30 WIB
Para investor asing tidak yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia dalam enam bulan ke...
Antara/Moch Asim

Pertamina Perlu Cermat Tentukan Pengembang Kilang Tuban

👤Raja Suhud 🕔Senin 28 September 2020, 20:55 WIB
Saat ini dua peserta tender terbaik telah ada yakni Konsorsium JO Hyundai Engineering dan Konsorsium...
Ist/Kementan

Pusvetma Lakukan Vaksinasi Rabies Drive Thru Pertama di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 September 2020, 20:37 WIB
Ditjen  Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) melakukan vaksinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya